Serangan Drone Ukraina Hantam Moskow di Hari Terakhir Pilpres Rusia

Serangan Drone Ukraina Hantam Moskow di Hari Terakhir Pilpres Rusia
Serangan Drone Ukraina Hantam Moskow di Hari Terakhir Pilpres Rusia

MEDIAAKTUAL.CO.ID — Ratusan drone menyerang Moskow dan sejumlah wilayah Rusia pada hari terakhir pemungutan suara pemilihan presiden, Minggu (17/3). Ukraina mengklaim serangan itu menggunakan rudal balistik yang baru dikembangkan. Otoritas Rusia melaporkan sejumlah infrastruktur energi terdampak.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pertahanan udaranya menembak jatuh lebih dari 100 drone di atas wilayah Moskow dan sekitarnya. Serangan itu berlangsung saat warga Rusia menuju tempat pemungutan suara hari terakhir.

Ukraina mengonfirmasi keterlibatannya. Menurut sumber di badan keamanan Ukraina, serangan tersebut juga menyasar sejumlah wilayah lain di Rusia, bukan hanya ibu kota.

Rudal Balistik Baru Jadi Sorotan

Ukraina menyebut serangan itu menggunakan rudal balistik yang baru dikembangkan. Jenis senjata ini belum pernah dilaporkan dipakai dalam operasi sebelumnya.

Pihak Rusia belum memberikan konfirmasi resmi soal jenis rudal yang digunakan. Kementerian Pertahanan Rusia hanya melaporkan jumlah drone yang berhasil ditembak jatuh.

Gubernur Moskow Andrei Vorobyov menyatakan sejumlah kawasan industri dan fasilitas energi mengalami kerusakan. Ia menyebut tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Infrastruktur Energi dan Bandara Terdampak

Laporan otoritas setempat menyebut sejumlah bandara di Moskow sempat menangguhkan operasional. Penerbangan dialihkan atau ditunda selama beberapa jam.

Serangan ini memperluas jangkauan operasi Ukraina ke wilayah Rusia yang jauh dari garis depan. Sebelumnya, serangan drone Ukraina lebih sering menyasar wilayah perbatasan dan kawasan industri minyak.

Rusia menggelar pemilihan presiden selama tiga hari. Presiden Vladimir Putin diperkirakan kembali memenangkan masa jabatan baru dalam pemilu yang tidak diakui sejumlah negara Barat.

Respons Rusia dan Komunitas Internasional

Kementerian Luar Negeri Rusia menuduh Ukraina berupaya mengganggu jalannya pemilu. Menurut Moskow, serangan itu bentuk teror terhadap warga sipil.

Ukraina tidak secara resmi mengomentari kaitan serangan dengan pemilu Rusia. Sumber keamanan Ukraina menyatakan operasi menyasar infrastruktur yang mendukung kemampuan militer Rusia.

Sejumlah negara Barat belum memberikan pernyataan resmi soal serangan terbaru. Uni Eropa sebelumnya menegaskan tidak mengakui hasil pemilu Rusia di wilayah yang diduduki Ukraina.

Serangan drone dalam skala besar ini menandai eskalasi baru dalam perang yang telah berlangsung lebih dari dua tahun. Kedua pihak terus mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh.

Perkembangan selanjutnya bergantung pada respons militer Rusia. Moskow berulang kali membalas serangan Ukraina dengan gempuran ke infrastruktur energi dan kota-kota Ukraina.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index