Mendag Beberkan Strategi STM demi Buka Pasar Ekspor bagi UMKM

Mendag Beberkan Strategi STM demi Buka Pasar Ekspor bagi UMKM

MEDIAAKTUAL.CO.ID — Pemerintah menempuh jalur pengendalian perdagangan strategis untuk mendorong produk lokal, termasuk UMKM, menembus pasar global. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan kerangka Manajemen Perdagangan Strategis (Strategic Trade Management/STM) dapat memperkuat kepercayaan mitra dagang sekaligus memperluas akses ekspor. Penerapan kebijakan ini akan dilakukan bertahap agar dunia usaha punya waktu beradaptasi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai kebijakan Manajemen Perdagangan Strategis (Strategic Trade Management/STM) bisa menjadi instrumen ganda bagi Indonesia: menjaga keamanan perdagangan sekaligus membuka pintu ekspor yang lebih lebar. Pernyataan itu disampaikan Budi saat membuka The 5th Annual Southeast Asia Forum on Export Controls (SEAFEC) 2026, sebagaimana keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Menurut Budi, STM mendukung tiga program prioritas Kementerian Perdagangan, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Kerangka ini dinilainya selaras dengan kebutuhan dunia usaha yang ingin masuk ke rantai pasok internasional tanpa terbentur tembok pengawasan yang terlalu kaku.

Berbasis Resolusi DK PBB 1540 dan Dukungan Amerika Serikat

Penerapan STM di Indonesia mengacu pada Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 1540 dan mendapat dukungan Amerika Serikat. Budi menyebut fondasi itu memperkuat sistem perdagangan nasional sekaligus menaikkan keyakinan mitra dagang terhadap produk Indonesia.

Jika dimanfaatkan dengan baik, STM berpotensi membuka akses pasar ekspor yang lebih luas, terutama bagi produk yang dihasilkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Di pasar internasional, STM juga berpeluang meningkatkan kepercayaan mitra dagang dan membuka peluang bagi dunia usaha Indonesia, termasuk UMKM, untuk masuk pasar global," kata Budi.

Koordinasi Lintas Kementerian dan Keseimbangan Kepentingan

Pengembangan STM saat ini dikoordinasikan antarkementerian dan lembaga terkait. Budi menyebut tujuannya menemukan titik seimbang antara ketahanan nasional, daya saing dunia usaha, dan budaya kepatuhan yang kuat.

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, produksi semikonduktor, dan pengolahan mineral kritis menjadi pertimbangan tersendiri. Menurut Budi, kemajuan di sektor-sektor itu perlu diimbangi dengan keseimbangan antara akses pasar dan keamanan perdagangan.

Bila kerangka STM nasional dilanjutkan, penerapannya akan dilakukan secara bertahap. Pendekatan itu memberi waktu cukup bagi dunia usaha dan institusi untuk beradaptasi sebelum aturan berlaku penuh.

"Tujuan kami adalah mengembangkan sistem STM Indonesia yang berbasis risiko, yang memperkuat pengendalian perdagangan strategis tanpa menjadi hambatan bagi perdagangan, industrialisasi, penelitian, inovasi, dan akses terhadap teknologi," tegas Budi.

Kemitraan Internasional dan Posisi Indonesia di Indo-Pasifik

Indonesia memperkuat kemitraan internasional untuk membangun fondasi perdagangan yang aman dan bertanggung jawab. Upaya itu dilakukan melalui peningkatan kapasitas serta koordinasi antara lembaga pemerintah, otoritas perbatasan, dan sektor swasta.

Di tengah pergeseran pusat gravitasi ekonomi global menuju kawasan Indo-Pasifik, Indonesia berupaya mempertahankan posisinya sebagai pusat produksi dan investasi regional. Komitmen terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1540 tetap dijaga, termasuk penguatan kerja sama multilateral untuk mencegah proliferasi senjata pemusnah massal dan sarana pengirimannya.

"Seiring dengan perluasan kerja sama perdagangan kita melalui kerangka Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), Masyarakat Ekonomi ASEAN, dan berbagai perjanjian perdagangan lainnya, menjaga lingkungan perdagangan yang aman menjadi tanggung jawab bersama," imbuh Budi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index