JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan bahwa keberadaan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) mampu menghadirkan nilai tambah dan kemanfaatan yang nyata bagi publik.
Ia menggarisbawahi bahwa penanganan krisis sampah tergolong sebagai kondisi krusial yang memerlukan penanganan mendesak secara responsif.
"Dulu ada 160 aturan yang membuat proses rumit, kami pangkas menjadi tiga saja. Dengan begitu, proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik bisa berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Zulkifli Hasan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (17/9/2026).
Di lokasi terpisah, entitas Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) secara resmi memulai tahapan konstruksi fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 yang berlokasi di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Kamis.
Infrastruktur PSEL Bogor Raya 1 ini tercatat sebagai proyek PSEL ketiga yang berhasil menginjak tahapan pembangunan, menyusul PSEL Denpasar Raya (Bali) serta PSEL Kota Bekasi.
Mengakomodasi wilayah aglomerasi yang meliputi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, infrastruktur ini merupakan manifestasi komitmen Danantara Indonesia dalam mempercepat hadirnya skema penanganan sampah perkotaan terpadu berbasis teknologi hijau, sebagaimana dimandatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.
Operasional PSEL Bogor Raya 1 dirancang tidak sekadar menjawab tantangan kebersihan lingkungan, melainkan turut menggerakkan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan serta membuka ruang kesempatan kerja baru, termasuk potensi serapan 1.200 tenaga kerja hijau.
Inisiasi pengembangan PSEL diproyeksikan menjadi pendorong utama terciptanya ekosistem penataan sampah berkelanjutan sekaligus menguatkan rantai ekonomi sirkular.