Menaker Yassierli Minta Mahasiswa Vokasi Kuasai "Human Skills" dan Kompetensi Teknis

Menaker Yassierli Minta Mahasiswa Vokasi Kuasai

MEDIAAKTUAL.CO.ID — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai lulusan pendidikan kejuruan yang hanya menguasai keterampilan teknis berisiko gagal bersaing di dunia kerja. Ia mendorong mahasiswa vokasi melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, negosiasi, dan adaptasi sejak bangku kuliah. Penekanan itu disampaikan Yassierli dalam keterangannya di Jakarta.

"Yang kita inginkan bukan orang yang misalnya hanya menguasai coding saja. Pagi, siang, sore, malam, coding. Tetapi dia tidak bisa bergaul dalam tim kerjanya, tidak berinteraksi dengan lainnya. Oleh karenanya, human skills ini penting," kata Yassierli.

Empat Kemampuan yang Harus Dilatih Sejak Kuliah

Yassierli menyebut human skills perlu dibangun lewat proses pembelajaran dan pengalaman nyata. Mahasiswa tidak bisa mengandalkan teori di ruang kelas saja.

Ia merinci sejumlah kemampuan yang perlu terus diasah sebelum masuk dunia kerja. Mulai dari presentasi, komunikasi, kerja sama tim, hingga negosiasi.

  • Kemampuan presentasi dan komunikasi
  • Kerja sama dalam tim kerja
  • Negosiasi
  • Adaptasi dengan lingkungan kerja

Menurut Yassierli, mahasiswa yang terbiasa berinteraksi dengan orang lain akan lebih siap menghadapi dinamika industri. Pengalaman organisasi dan proyek bersama dinilai menjadi ruang latihan yang efektif.

Kepedulian Sosial dan Peran Garda Moral

Selain kompetensi kerja, Yassierli mengingatkan mahasiswa agar peduli terhadap persoalan masyarakat. Pendidikan tinggi, katanya, turut membentuk cara mahasiswa menyampaikan gagasan.

"Mahasiswa harus menjadi garda moral bangsa. Silakan speak up. Indonesia membutuhkan mahasiswa yang peduli," ujar dia.

Ia menilai keberanian mahasiswa menyampaikan pandangan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Namun kritik dan aspirasi perlu disampaikan dengan sikap baik, sopan, dan bertanggung jawab.

Bekal Utuh dan Pengalaman Industri

Yassierli mendorong mahasiswa memanfaatkan masa perkuliahan untuk membangun bekal menyeluruh. Bukan hanya kompetensi teknis, tetapi juga human skills, pengalaman industri, kemampuan berorganisasi, dan kepedulian sosial.

"Semoga tiga atau empat tahun lagi, saat mahasiswa hadir ke industri, lulusan bukan hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengembangkan industri. Dan semoga dari sini juga lahir pemimpin-pemimpin masa depan," kata dia.

Ia mengapresiasi pendekatan pembelajaran di Politeknik Mitra Industri di Bekasi. Kampus itu memberi mahasiswa pengalaman lewat proyek dan jejaring dengan industri.

Menurut Yassierli, pengalaman semacam itu menjadi ruang menguji kompetensi teknis dan human skills sekaligus. Mahasiswa bisa mengembangkan keduanya secara bersamaan sebelum lulus.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index