Duncan Sheik Meninggal, Lea Michele hingga Steven Canals Berduka

Duncan Sheik Meninggal, Lea Michele hingga Steven Canals Berduka

MEDIAAKTUAL.CO.ID — Komposer Spring Awakening dan penyanyi "Barely Breathing", Duncan Sheik, meninggal dunia pada Kamis akibat kegagalan organ di usia 56 tahun. Kabar duka itu langsung memicu gelombang penghormatan dari nama-nama besar industri hiburan, mulai dari Lea Michele hingga Matt Pinfield. Steven Canals menyebut Sheik jauh lebih besar dari sekadar dua karya yang paling dikenal publik.

Duncan Sheik meninggal dunia pada Kamis akibat kegagalan organ. Komposer dan penyanyi-penulis lagu itu tutup usia di umur 56 tahun, meninggalkan sembilan album studio serta warisan musik teater yang mengubah peta Broadway pada awal 2000-an.

Kepergian Sheik memantik reaksi cepat dari sejumlah figur industri hiburan Amerika Serikat. Lea Michele, Matt Pinfield, dan Steven Canals termasuk yang paling awal menuliskan penghormatan mereka di media sosial.

Lea Michele Kenang Pertemuan Sebelum Spring Awakening

Lea Michele mengunggah foto kebersamaannya dengan Sheik di Instagram Story. Bintang Spring Awakening itu mengenang momen pertemuan mereka saat dirinya masih berusia 14 tahun, jauh sebelum debut Broadway pada 2006.

"I met Duncan when I was 14 years old. I listened to a demo on tape of him singing songs from Spring Awakening outside of my middle school before my first audition," tulis Michele dalam unggahannya.

Ia mengaku kehilangan kata-kata atas kepergian Sheik. "I am at a loss for words. This one hurts and does not seem real. Thank you for everything you gave us. And for the time we had together. Sending all my love and prayers now to Nora, Ines and Duncan's family."

Dalam produksi Spring Awakening, Michele tampil berdampingan dengan Jonathan Groff. Keduanya menjadi wajah generasi baru teater musikal yang dibentuk oleh komposisi Sheik.

Matt Pinfield dan Persahabatan Lewat Musik Japan

Matt Pinfield, nama lama di MTV, mengenang Sheik lewat kenangan di luar panggung. Keduanya pernah duduk bersama di dewan gubernur Grammy, sebelum akhirnya terlibat percakapan musik yang mengubah hubungan mereka menjadi pertemanan panjang.

"We sang songs by the band Japan. I couldn't believe he knew their early records; that's how our friendship started back then," tulis Pinfield di Instagram pada Jumat.

Kedekatan itu berangkat dari selera musik yang sama. Sheik sendiri dikenal sebagai penulis lagu yang menembus arus utama lewat single "Barely Breathing" pada 1996, yang masuk nominasi Grammy.

Steven Canals Soroti Katalog Musik yang Lebih Luas

Steven Canals, salah satu kreator serial Pose, menilai warisan Sheik sering disederhanakan menjadi dua judul saja. Menurutnya, katalog musik pop dan rock Sheik punya bobot tersendiri bagi pendengarnya.

"Duncan Sheik was so much more than Barely Breathing & Spring Awakening. I loved his pop/rock music," tulis Canals di X.

Ia menyebut album ketiga Sheik, Phantom Moon, menemaninya melewati masa emosional di bangku kuliah. "Thank you, sir, for the music and the calm. May you rest peacefully."

Selain "Barely Breathing", Sheik meninggalkan sejumlah lagu yang dikenal luas seperti "She Runs Away" dari album debut self-titled 1996 dan "On a High" dari album Daylight (2002).

Warisan Spring Awakening dan Panggung 2027

Spring Awakening diadaptasi dari naskah Jerman 1891 karya Frank Wedekind tentang remaja yang menemukan seksualitas mereka. Sheik menulis musiknya, sementara lirik digarap Steven Sater.

Produksi itu menyapu penghargaan di panggung Broadway, termasuk Tony untuk best orchestration, best original score, dan best musical. Spring Awakening juga meraih Grammy untuk kategori best musical theater album.

Rencana pementasan ulang off-Broadway pada 2027 kini menjadi penanda bagaimana karya Sheik tetap hidup di panggung. Bagi banyak pelaku industri, kepergiannya menutup satu bab penting dalam sejarah teater musikal modern Amerika.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index