Penyebab Premi Asuransi Properti Anjlok 13,6 Persen di Semester I 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:59:01 WIB
Ilustrasi Asuransi.

JAKARTA - Pendapatan premi asuransi properti tercatat mengalami kontraksi pada semester I/2026. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat perolehan premi sektor ini turun 13,6 persen menjadi Rp15,50 triliun.

PT Great Eastern General Insurance (GEGI) menilai penurunan tersebut dipengaruhi oleh kehati-hatian pelaku usaha dalam melakukan ekspansi, perlambatan investasi, serta berkurangnya pertumbuhan objek pertanggungan baru pada seluruh sektor.

“Penutupan sejumlah pabrik juga ketidakpastian ekonomi global dan ketatnya persaingan pasar juga turut menekan pertumbuhan premi,” tutur Marketing Director GEGI, Linggawati Tok kepada Bisnis, Rabu (16/9/2026).

Linggawati memperkirakan tantangan pasar asuransi properti pada semester II/2026 meliputi sikap hati-hati pelaku usaha dalam ekspansi, persaingan ketat, serta meningkatnya risiko bencana alam yang memengaruhi profil risiko dan biaya proteksi.

Tantangan lainnya adalah efisiensi di setiap pelaku pasar, serta peningkatan frekuensi dan nilai klaim. “Karena menuntut perusahaan untuk tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio,” sebutnya.

Kendati demikian, GEGI melihat tantangan ini menjadi peluang untuk memperluas edukasi nasabah mengenai pentingnya perlindungan aset dan manajemen risiko yang komprehensif.

“Dengan didukung kapabilitas underwriting yang kuat, jaringan distribusi yang luas, serta komitmen terhadap kualitas layanan, GEGI optimistis dapat terus mengembangkan bisnis asuransi properti secara sehat dan berkelanjutan hingga akhir 2026,” tegas Linggawati.

GEGI juga optimistis kinerja asuransi properti dapat membaik pada semester II/2026 berkat berlanjutnya proyek pembangunan dan aktivitas bisnis strategis, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Fokus GEGI tetap pada pertumbuhan sehat dengan memperkuat kemitraan, meningkatkan penetrasi segmen SME, serta mengoptimalkan potensi nasabah eksisting melalui pendekatan cross-selling dan up-selling.

“Selain itu, kami juga terus meningkatkan kualitas layanan, mempercepat proses underwriting dan klaim, serta memberikan dukungan risk management kepada nasabah,” pungkasnya.

Di sisi lain, AAUI mencatat klaim asuransi properti melonjak signifikan 75,8 persen YoY menjadi Rp5,78 triliun pada semester I/2026.

Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menjelaskan bahwa kontraksi lini bisnis ini disebabkan oleh maraknya penutupan pabrik dan hengkangnya investor asing dari Indonesia.

“Sehingga juga objek-objek yang diasuransikan otomatis berkurang dan tentunya tidak ada tambahan kue baru di sektorl ini usaha harta benda,” ujarnya dalam acara Market Update AAUI Juni 2026 di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Tags

Terkini