Imbal Hasil Investasi Dapen BCA Naik ke 2,40 Persen per Juli 2026

Rabu, 16 September 2026 | 20:40:01 WIB
Ilustrasi Dana Pensiun.

JAKARTA - Dana Pensiun Pemberi Kerja Penyelenggara Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) Bank Central Asia atau Dapen BCA membukukan Return on Investment (ROI) mencapai 2,40 persen per Juli 2026.

Direktur Utama Dapen BCA Budi Sutrisno menyampaikan pencapaian imbal hasil investasi tersebut mencatatkan kenaikan apabila disandingkan dengan posisi Juni 2026 yang tercatat sebesar 1,65 persen.

“Peluang untuk menjaga dan meningkatkan imbal hasil investasi agar tetap positif hingga akhir tahun 2026 masih terbuka dengan baik,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (16/9/2026).

Guna mengamankan serta mendongkrak ROI, Dapen BCA berfokus memicu efisiensi manajemen aset dan kewajiban lewat penerapan prinsip kehati-hatian, fleksibilitas alokasi aset yang dinamis, serta perlindungan nilai dana peserta secara berkelanjutan.

Langkah taktis yang ditempuh perusahaan meliputi pemanfaatan momentum tingkat imbal hasil instrumen pendapatan tetap berkualitas, contohnya Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi berpredikat layak investasi.

“Untuk mengunci imbal hasil jangka panjang, mengoptimalkan penempatan likuiditas pada instrumen pasar uang yang kompetitif dan likuid, serta melakukan penyesuaian portofolio secara terukur pada instrumen yang memiliki fundamental kokoh,” jelas Budi.

Peta alokasi dana investasi Dapen BCA per Juli 2026 didominasi penempatan pada instrumen SBN sebanyak 38,9 persen, Deposito dan SBI 21,1 persen, serta Tanah dan Bangunan sebesar 15,3 persen.

Adapun porsi sisanya terbagi ke dalam instrumen Penyertaan sebesar 14,4 persen, Obligasi Korporasi 5,6 persen, serta gabungan Saham dan Reksadana sebesar 4,6 persen.

Memasuki separuh kedua tahun 2026, Dapen BCA memproyeksikan instrumen pendapatan tetap seperti SBN, obligasi korporasi berperingkat layak investasi, dan aset pasar uang yang likuid layaknya deposito perbankan nasional sebagai sarana utama yang perlu mendapat perhatian.

“Pertimbangan antara peluang imbal hasil dan risiko dilakukan dengan mengukur keseimbangan antara kepastian imbal hasil jangka panjang, perlindungan nilai pokok dana dari risiko kredit penerbit, serta pemenuhan likuiditas harian maupun bulanan guna memastikan kesiapan pembayaran manfaat pensiun peserta,” ucapnya.

Budi menambahkan, langkah penempatan pada produk berisiko fluktuatif seperti saham dieksekusi secara terukur dan amat selektif dengan mengutamakan emiten bernilai fundamental kokoh serta berprospek dividen stabil.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rata-rata ROI industri dana pensiun berada di level 0,95 persen pada Juli 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan capaian tersebut terangkat dibanding posisi Juni 2026 yang sebesar 0,02 persen.

“Perkembangan hasil investasi tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar dan strategi investasi masing-masing dana pensiun, sehingga masih terdapat ruang untuk peningkatan hingga akhir 2026,” ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK Agustus 2026, dikutip pada Senin (14/9/2026).

Tags

Terkini