MUDIK LEBARAN 2026

Pemerintah Siapkan 6 Ruas Tol Fungsional Tanpa Tarif Mendukung Arus Mudik Lebaran 2026

Pemerintah Siapkan 6 Ruas Tol Fungsional Tanpa Tarif Mendukung Arus Mudik Lebaran 2026
Pemerintah Siapkan 6 Ruas Tol Fungsional Tanpa Tarif Mendukung Arus Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Pemerintah resmi membuka enam ruas jalan tol fungsional yang dapat dilintasi secara gratis saat masa arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kebijakan ini disampaikan melalui akun resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) pada Minggu (22 Februari 2026), dan dimaksudkan untuk membantu kelancaran perjalanan pemudik di jalur strategis Trans Jawa dan Trans Sumatera.

Latar Belakang Kebijakan Tol Fungsional Gratis

Kebijakan membuka ruas tol fungsional secara tanpa tarif diberlakukan sementara untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang biasanya terjadi saat musim mudik Lebaran. Ruas tol yang dimaksud belum beroperasi komersial secara penuh sehingga hanya digunakan secara fungsional selama masa arus mudik dan arus balik. Total panjang keenam ruas tol mencapai sekitar 198 kilometer yang tersebar di dua pulau besar, yaitu Jawa dan Sumatera.

Tujuan utama kebijakan ini adalah memberikan alternatif rute perjalanan bagi masyarakat yang pulang kampung guna meringankan beban perjalanan dan mengurangi tekanan pada jalan tol utama yang sering macet pada periode mudik. Pemerintah berharap pembukaan tol fungsional ini dapat memperlancar arus kendaraan menuju kampung halaman dan saat kembali ke kota asal setelah Lebaran.

Daftar Ruas Tol yang Dibuka Gratis

Enam ruas tol yang dibuka secara gratis dan fungsional selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 terdiri atas empat ruas di Trans Jawa dan dua ruas di Trans Sumatera. Berikut rinciannya:

Trans Jawa:

Japek II Selatan (54,75 km)

Jogja–Bawen (4,85 km)

Jogja–Solo (11,48 km)

Probolinggo–Banyuwangi Tahap I (49,68 km)

Trans Sumatera:

Sigli–Banda Aceh Seksi I (23,9 km)

Palembang–Betung Seksi I dan II (53,6 km)

Ruas tol ini bisa dilewati gratis sepanjang masa operasional mudik tanpa dipungut tarif, tetapi tetap dengan fasilitas jalan tol yang masih terbatas karena belum menjadi bagian dari jaringan tol komersial penuh.

Prediksi Arus Mudik dan Persiapan Pemerintah

Selain kebijakan tol fungsional gratis, pemerintah dan Kementerian Perhubungan juga memproyeksikan bahwa jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai angka yang tinggi. Berdasarkan proyeksi internal kementerian, ratusan juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan selama periode ini.

Arus mudik diprediksi mulai meningkat sejak pertengahan Maret, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada tanggal-tanggal tertentu menjelang hari Lebaran. Sementara arus balik direncanakan berlangsung setelah masa libur selesai, dengan puncak pengembalian ke kota asal terjadi beberapa hari setelah Idul Fitri.

Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas dan langkah-langkah operasional lain untuk memastikan arus mudik dan arus balik berjalan lancar. Selain membuka tol fungsional, pengetatan aturan lalu lintas serta pembatasan jenis kendaraan tertentu di ruas tertentu saat puncak arus mudik juga menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi kemacetan di sejumlah titik rawan.

Manfaat dan Harapan dari Kebijakan Ini

Dengan dibukanya enam ruas tol tanpa tarif, diharapkan beban perjalanan mudik masyarakat menjadi lebih ringan karena mereka dapat memilih rute yang lebih cepat dan efisien. Selain itu, langkah ini juga diharapkan membantu mengurai titik-titik kemacetan yang biasanya terjadi di ruas tol utama seperti Jakarta–Cikampek, pantura, maupun jalur-jalur arteri di Jawa dan Sumatera.

Kebijakan ini juga dipandang sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Dengan semakin banyaknya ruas tol yang beroperasi, baik secara fungsional maupun komersial, mobilitas masyarakat diharapkan akan semakin mudah dan cepat, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Saran untuk Calon Pemudik

Para pemudik yang akan melakukan perjalanan disarankan untuk tetap merencanakan rute perjalanan dengan matang, memperhatikan kondisi jalan dan kemungkinan kondisi cuaca di setiap titik tol. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan arus lalu lintas, termasuk perubahan operasional tol dan potensi rekayasa lalu lintas yang dapat membantu mempercepat perjalanan.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung dengan lebih aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index