JAKARTA - Perkembangan teknologi kendaraan tanpa pengemudi dan robotika di Asia Tenggara menunjukkan akselerasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kebutuhan akan sistem persepsi mesin yang presisi, aman, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan perkotaan yang kompleks menjadi faktor krusial dalam mendorong transformasi tersebut.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara penyedia teknologi global dan pemain regional dinilai menjadi kunci percepatan adopsi teknologi canggih di kawasan.
Salah satu langkah strategis yang mencerminkan arah tersebut adalah kemitraan antara Grab dan Hesai Technology.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada distribusi perangkat keras, tetapi juga pada pembangunan fondasi ekosistem teknologi otonom yang lebih luas di Asia Tenggara, mencakup sektor transportasi, logistik, manufaktur, hingga layanan berbasis robotika.
Grab Jadi Distributor Eksklusif Lidar Hesai
Hesai Technology (NASDAQ: HSAI; HKEX: 2525), perusahaan global penyedia teknologi lidar (Light Detection and Ranging), menjalin kemitraan strategis dengan Grab. Dalam kerja sama ini, Grab ditunjuk sebagai distributor eksklusif produk lidar Hesai untuk kawasan Asia Tenggara.
Melalui kemitraan tersebut, Grab akan bertanggung jawab atas penjualan, layanan purna jual, serta kegiatan pemasaran sensor lidar Hesai di seluruh wilayah Asia Tenggara. Penunjukan ini memperluas peran Grab dari sekadar penyedia layanan on-demand menjadi mitra distribusi teknologi presisi tinggi yang menopang pengembangan sistem otonom di kawasan.
Model distribusi yang diterapkan memanfaatkan jaringan operasional Grab yang telah tersebar luas di berbagai negara Asia Tenggara. Dengan dukungan ekosistem tersebut, proses pengadaan dan pemanfaatan teknologi lidar diharapkan menjadi lebih efisien bagi pelaku industri lokal.
Peran Lidar dalam Kendaraan Otonom dan Robotika
Lidar sendiri merupakan teknologi pemetaan berbasis sinar laser yang berfungsi untuk mendeteksi jarak dan objek secara presisi, dan banyak digunakan dalam pengembangan kendaraan otonom, robotik, hingga pemetaan digital.
Teknologi ini bekerja dengan memancarkan pulsa laser dan mengukur waktu pantulan cahaya untuk membangun representasi tiga dimensi dari lingkungan sekitar. Dengan tingkat akurasi tinggi, lidar menjadi komponen penting dalam sistem persepsi mesin, terutama untuk navigasi di area dengan kepadatan tinggi dan kondisi yang dinamis.
Lewat kerja sama ini, pemanfaatan jaringan distribusi dan ekosistem Grab diharapkan dapat mempercepat ketersediaan sensor lidar yang andal dan berkualitas tinggi di kawasan ini. Akses terhadap teknologi tersebut membuka peluang adopsi yang lebih luas pada berbagai sektor industri.
Akses Lebih Mudah bagi Pelaku Industri Regional
Dengan dukungan tersebut, pelaku industri di Asia Tenggara mulai dari sektor transportasi, logistik, hingga teknologi dapat mengakses teknologi lidar dengan lebih mudah dan cepat untuk berbagai aplikasi, termasuk robotika dan sistem otonom.
Ketersediaan sensor lidar yang stabil dan didukung layanan purna jual lokal dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan implementasi teknologi. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan pada uji coba terbatas dan mendorong penggunaan dalam skala operasional yang lebih luas.
Kolaborasi ini juga dipandang sebagai enabler bagi pengembangan solusi lokal berbasis kebutuhan regional, mengingat karakter lingkungan Asia Tenggara yang berbeda dengan pasar di Amerika Utara maupun Eropa.
Grab Perkuat Autonomous Mobility dan Pemetaan Presisi
Group CEO dan Co-founder Grab Anthony Tan mengatakan, penunjukan Grab sebagai distributor eksklusif juga menjamin pasokan teknologi lidar yang stabil dan berkelanjutan.
Hal ini penting untuk mendukung pengembangan autonomous mobility (mobilitas tanpa pengemudi) serta kebutuhan pemetaan presisi yang terus dikembangkan Grab di berbagai lini layanannya.
“Dengan memperluas akses terhadap teknologi lidar kelas dunia di Asia Tenggara, Grab tidak hanya meningkatkan kapabilitas autonomous mobility dan pemetaan kami, tetapi juga menyediakan ‘mata’ yang memungkinkan robot untuk ‘melihat’ dan bernavigasi secara aman,” kata Anthony Tan.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan tidak terbatas pada internal perusahaan. “Diharapkan juga 3D intelligence dapat diakses dan dikembangkan ke berbagai industri di kawasan ini,” tambah Anthony Tan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kolaborasi ini diarahkan untuk membangun ekosistem yang inklusif, di mana teknologi inti dapat dimanfaatkan lintas sektor.
Hesai Bidik Pertumbuhan Pasar Asia Tenggara
Sementara itu, CEO dan Co-founder Hesai David Li mengatakan, Lidar merupakan teknologi inti yang memungkinkan robot mencapai autonomous perception serta operasional yang lebih aman. Dia bilang, pasar Asia Tenggara menunjukkan permintaan yang kuat di sektor manufaktur, logistik, dan service robots.
“Melalui kemitraan ini, kami ingin menghadirkan teknologi lidar yang matang dan andal, sekaligus mempercepat implementasi dan adopsi lidar dalam skala besar untuk aplikasi robotics di pasar lokal,” kata dia.
Hesai melihat kawasan ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru, seiring meningkatnya kebutuhan otomasi berbasis kecerdasan buatan di berbagai industri.
Menuju Implementasi Komersial Skala Besar
Sebagai informasi, Lidar adalah teknologi remote sensing yang menggunakan cahaya untuk mengukur jarak dan memetakan lingkungan dengan tingkat presisi tinggi.
Sementara itu, Hesai merupakan pemimpin otomotif dalam solusi lidar, dengan pangsa pasar terbesar di sektor otomotif secara keseluruhan, Advanced Driver Assistance System (ADAS), serta autonomous mobility.
Adapun teknologi canggih itu mulai dikembangkan di Asia Tenggara, menyusul proyeksi peningkatan signifikan dalam permintaan otomasi berbasis AI, khususnya di sektor manufaktur, mobilitas, dan logistik.
Seiring dengan hal tersebut, penggunaan lidar diperkirakan akan beralih dari tahap uji awal menuju implementasi komersial dalam skala besar di kawasan ini. Lingkungan perkotaan Asia Tenggara yang kompleks menuntut teknologi navigasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga aman dan andal.
Lewat kerja sama ini, Grab dan Hesai akan memfasilitasi akses terhadap hardware pendukung di berbagai industri, sehingga memungkinkan mesin melampaui kecerdasan digital dan beroperasi secara aman di lingkungan perkotaan Asia Tenggara yang kompleks.
Ke depannya, kedua perusahaan akan terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pasar dan distribusi guna mendorong implementasi teknologi lidar canggih di seluruh Asia Tenggara.