Takjil Tradisional dan Favorit yang Selalu Hadir di Meja Ramadan Indonesia Setiap Tahun

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:16:00 WIB
Takjil Tradisional dan Favorit yang Selalu Hadir di Meja Ramadan Indonesia Setiap Tahun

JAKARTA - Bulan suci Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga senja, tetapi juga identik dengan tradisi buka puasa bersama keluarga atau sendiri dengan santapan ringan yang disebut takjil. Ketika suara adzan Maghrib berkumandang, berbagai macam takjil yang telah disiapkan di meja seakan menjadi oase bagi mereka yang menanti momen berbuka. Di Indonesia, takjil bukan hal baru; ia telah menjadi bagian dari kebiasaan umat Muslim sejak lama dan terus berkembang seiring waktu. Meski beragam inovasi hadir di setiap Ramadan, beberapa menu klasik tetap tak tergantikan dan selalu ditemukan di banyak rumah saat waktunya berbuka puasa.

Kolak Pisang Sebagai Takjil Favorit Sepanjang Masa

Salah satu hidangan takjil yang selalu muncul dari satu Ramadan ke Ramadan berikutnya adalah kolak pisang. Kolak ini dibuat dari bahan sederhana seperti pisang matang, santan kental, dan gula merah yang dimasak bersama hingga menghasilkan cita rasa manis yang khas. Kolak pisang telah menjadi semacam simbol buka puasa yang erat dengan nuansa hangat dan kekeluargaan. Saat cuaca sore yang mulai membayangkan malam semakin terasa, aroma kolak yang manis seringkali mengundang senyum di wajah orang-orang yang telah menantikan berbuka.

Kolak memiliki kekuatan untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa. Pisang sendiri kaya akan kalium dan karbohidrat sederhana, yang dapat membantu tubuh cepat pulih setelah berpuasa. Perpaduan santan yang lembut dan gula merah yang manis menciptakan sensasi rasa yang tak hanya nikmat namun juga memuaskan. Karena itulah kolak pisang hampir selalu hadir di meja makan di banyak rumah saat Ramadan tiba.

Gorengan: Pilihan Praktis yang Banyak Dicari

Selain kolak, gorengan juga termasuk takjil yang sangat populer. Aneka gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe goreng, dan risoles biasanya mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pinggir jalan selama bulan Ramadan. Kepraktisan mendapatkan gorengan menjadi salah satu alasan mengapa camilan ini menjadi primadona. Masyarakat tak perlu menunggu lama untuk menikmati gorengan karena penjual seringkali sudah siap sejak sore hari menjelang buka puasa.

Gorengan identik dengan tekstur yang renyah di luar namun lembut di dalam, memberikan sensasi yang kontras dan menggugah selera setelah seharian menahan lapar. Meski bukan termasuk menu sehat menurut standar gizi modern, kehadiran gorengan tetap membawa kenikmatan tersendiri yang tak bisa dipisahkan dari momen buka puasa di banyak keluarga Indonesia.

Es Campur dan Minuman Segar sebagai Pelepas Dahaga

Setelah matahari terbenam dan azan Maghrib berkumandang, bukan hanya makanan ringan yang dicari, tetapi juga minuman yang menyegarkan. Es campur menjadi salah satu pilihan utama sebagai takjil minuman. Minuman ini biasanya terdiri dari campuran buah-buahan, cincau, agar-agar, serta sirup manis yang disajikan dengan es. Perpaduan berbagai tekstur dan rasa manis serta dingin dari es campur membuat minuman ini sangat sesuai untuk menghilangkan dahaga setelah seharian berpuasa.

Es campur juga sering dimodifikasi dengan beragam bahan sesuai selera, namun esensinya tetap sama: menyajikan kesejukan dan kenikmatan dalam satu gelas, yang membantu tubuh beradaptasi kembali setelah berjam-jam tidak mendapat asupan cairan. Dalam banyak rumah, es campur termasuk takjil yang wajib ada setiap hari sepanjang Ramadan.

Kurma: Tradisi Buka Puasa Berakar dari Ajaran Islam

Takjil lain yang memiliki akar religius kuat adalah kurma. Buah kurma telah lama dikenal dalam tradisi Islam sebagai makanan pembuka puasa. Dalam banyak hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umat Muslim untuk berbuka dengan kurma. Karena itulah buah ini tetap menjadi pilihan favorit banyak keluarga di Indonesia ketika Ramadan tiba.

Kurma mudah dicerna dan memberikan gula alami yang cepat diserap oleh tubuh. Ini membuatnya menjadi pilihan yang ideal untuk memulai buka puasa, memberikan energi instan sebelum menyantap hidangan utama. Meski bukan makanan yang dibuat sendiri seperti kolak atau gorengan, kurma tetap hadir sebagai bagian penting dari tradisi buka puasa di banyak rumah.

Teh Hangat dan Minuman Sederhana Lainnya

Selain es campur dan kurma, minuman sederhana seperti teh hangat juga tak kalah populer sebagai pilihan takjil. Teh hangat memberi sensasi menenangkan setelah berpuasa sepanjang hari. Minuman ini tidak memerlukan banyak persiapan, sehingga sering dipilih oleh keluarga yang ingin menyajikan sesuatu yang mudah namun tetap nikmat.

Teh hangat memberi rasa nyaman dan membantu tubuh menyesuaikan diri kembali setelah puasa, terutama pada malam yang mulai dingin. Kehadiran teh hangat di meja makan selama Ramadan menjadi bentuk kesederhanaan namun penuh makna dalam tradisi buka puasa keluarga Indonesia.

Peran Takjil dalam Aspek Ekonomi dan Sosial

Tidak hanya memiliki nilai kuliner dan tradisi, takjil juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pedagang kecil. Banyak warga yang memanfaatkan momentum Ramadan untuk berjualan takjil, baik itu gorengan, minuman segar, kolak, maupun buah kurma. Ini membuka peluang usaha musiman yang membantu menambah penghasilan keluarga di tengah tekanan ekonomi.

Keberadaan takjil di masyarakat juga memperkuat ikatan sosial. Pasar takjil atau bazar Ramadan sering menjadi tempat berkumpulnya tetangga dan kerabat, saling berbagi rekomendasi menu atau sekadar berbincang sembari menunggu waktu berbuka bersama. Tradisi ini memperkaya pengalaman sosial selama bulan suci, membuat Ramadan selalu dinanti oleh banyak orang.

Dengan ragam takjil yang selalu hadir setiap Ramadan — dari kolak pisang hingga es campur, kurma, gorengan, dan teh hangat — tradisi buka puasa di Indonesia tetap hidup dan berkembang. Momen ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman berpuasa bagi jutaan umat Muslim di seluruh Nusantara.

Terkini