JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menegaskan posisi sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia pada tahun 2026.
Instrumen pembiayaan bersubsidi ini tetap menjadi andalan bagi para pelaku UMKM untuk menambah modal usaha, menjaga kelancaran operasional, dan memaksimalkan kapasitas produksi menjelang momen penting seperti Ramadan dan Idul Fitri.
Sepanjang tahun 2025, BRI mencatat penyaluran KUR sebesar Rp178,08 triliun, diserap oleh 3,8 juta debitur. Secara akumulatif sejak 2015 hingga akhir 2025, total penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.435 triliun dengan lebih dari 46 juta penerima.
Angka ini menegaskan peran BRI dalam memperluas akses pembiayaan sektor mikro, kecil, dan menengah, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi nasional.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menekankan bahwa pembiayaan KUR difokuskan pada sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan.
Di antara sektor yang menjadi prioritas adalah pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa produktif lainnya. Pertanian menyerap alokasi terbesar, yaitu Rp80,09 triliun atau sekitar 45% dari total KUR yang disalurkan BRI.
Jenis KUR BRI dan Perbedaan Plafon
Bagi calon debitur, BRI menyediakan dua jenis KUR sesuai kebutuhan usaha, yaitu KUR Mikro dan KUR Kecil. Perbedaan utama terletak pada plafon pinjaman dan ketentuan agunan.
KUR Mikro ditujukan bagi pelaku usaha skala mikro yang membutuhkan tambahan modal kerja atau investasi hingga Rp50 juta. Produk ini cocok bagi pengusaha yang belum memiliki agunan tambahan. Sedangkan KUR Kecil menyasar pelaku usaha dengan kebutuhan modal lebih besar, yakni Rp50 juta hingga Rp500 juta, dengan kewajiban menyediakan agunan sesuai ketentuan bank.
Selain plafon, tenor pinjaman fleksibel antara 12 hingga 60 bulan, tergantung jenis usaha dan tujuan pembiayaan. Dengan suku bunga efektif 6% per tahun, KUR BRI menjadi alternatif modal yang kompetitif dibanding kredit komersial biasa.
Tabel Simulasi Cicilan KUR BRI 2026
Untuk membantu calon debitur merencanakan arus kas, berikut simulasi cicilan KUR BRI 2026 untuk berbagai plafon pinjaman (dalam rupiah) dan tenor pinjaman:
| Plafon | 12 Bulan | 24 Bulan | 36 Bulan | 48 Bulan | 60 Bulan |
|---|---|---|---|---|---|
| 10 juta | 865.267 | 447.726 | 308.771 | 239.462 | 198.012 |
| 25 juta | 2.163.169 | 1.119.314 | 771.927 | 598.656 | 495.033 |
| 50 juta | 4.326.337 | 2.238.629 | 1.543.855 | 1.197.312 | 990.065 |
| 100 juta | 8.652.675 | 4.477.258 | 3.087.710 | 2.394.624 | 1.980.120 |
Simulasi ini membantu calon debitur menyesuaikan nominal pinjaman dengan kemampuan bayar, sekaligus memilih tenor yang paling sesuai dengan arus kas usaha.
Syarat Pengajuan KUR BRI 2026
Calon debitur yang ingin mengajukan KUR BRI perlu memenuhi persyaratan berikut:
KUR Mikro:
Individu menjalankan usaha produktif dan layak
Usaha aktif minimal 6 bulan
Tidak menerima kredit produktif lain (kecuali kredit konsumtif seperti KPR/KKB)
Melampirkan KTP, KK, dan surat izin usaha
KUR Kecil:
Usaha produktif dan layak
Tidak menerima kredit produktif lain
Usaha aktif minimal 6 bulan
Memiliki IUMK atau surat izin usaha setara
Wajib menyediakan agunan sesuai ketentuan
Jenis pinjaman tersedia untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) dengan tenor maksimal 4–5 tahun tergantung kategori.
Cara Mengajukan KUR BRI 2026
Pengajuan KUR BRI bisa dilakukan secara online maupun offline:
Online:
Akses laman https://kur.bri.co.id
Login atau daftar akun terdaftar
Pilih “Ajukan Pinjaman KUR”
Isi data diri dan usaha, unggah dokumen pendukung (KTP, SKU/IUMK, foto usaha)
Hitung simulasi cicilan
Ajukan pinjaman dan tunggu persetujuan
Petugas BRI melakukan survei lapangan
Offline:
Datang ke kantor cabang BRI terdekat
Membawa dokumen persyaratan
Jika belum memiliki rekening BRI, lakukan pembukaan rekening
Sampaikan tujuan pengajuan KUR
Ikuti proses wawancara dan verifikasi data
Dengan bunga rendah 6% dan proses pengajuan yang relatif mudah, KUR BRI 2026 menjadi solusi tepat bagi UMKM untuk menambah stok barang, meningkatkan kapasitas produksi, dan memaksimalkan peluang bisnis selama Ramadan.