KEMENTRIAN ESDM

Kementerian ESDM Tegaskan Perusahaan Amerika Harus Investasi untuk Akses Mineral Indonesia

Kementerian ESDM Tegaskan Perusahaan Amerika Harus Investasi untuk Akses Mineral Indonesia
Kementerian ESDM Tegaskan Perusahaan Amerika Harus Investasi untuk Akses Mineral Indonesia

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian ESDM menegaskan bahwa perusahaan Amerika Serikat tetap harus melakukan investasi apabila ingin mendapatkan akses terhadap mineral kritis yang dimiliki Indonesia.

Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu yang menjelaskan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama bagi investor asing, termasuk Amerika Serikat, selama mengikuti aturan yang berlaku terkait hilirisasi dan pengolahan mineral di dalam negeri.

“Intinya permintaan AS untuk memberikan para pelaku usaha Amerika diberikan akses terhadap sektor-sektor mineral kita dan salah satunya rare earth, itu gak ada masalah sebenarnya," kata dia ditemui usai Sosialisasi PP 28/2025 di Jakarta, Kamis, "26 Februari 2026".

Kewajiban Investasi untuk Pengolahan Mineral

Todotua menegaskan bahwa pemerintah tidak mengizinkan bahan mentah mineral langsung dibawa keluar negeri tanpa melalui proses pengolahan. Karena itu, setiap perusahaan yang ingin memanfaatkan mineral kritis Indonesia diwajibkan menanamkan investasi dalam pembangunan fasilitas pemrosesan.

“Sepanjang itu dilakukan aturan bahwa kalau mereka mau masuk, mereka harus berinvestasi dalam processing-nya. Karena negara kita secara undang-undang tidak mengizinkan terhadap raw material-nya kita yang keluar. Ada prosesnya, hilirisasinya, investasinya, mereka boleh masuk,” kata Todotua.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam sekaligus memperkuat industri nasional melalui program hilirisasi yang terus didorong dalam beberapa tahun terakhir.

“Itu just normal business to business aja sebenarnya,” ujarnya.

Target Besar Investasi Hilirisasi

Pemerintah telah menetapkan target investasi nasional dalam jangka menengah yang menempatkan sektor hilirisasi sebagai salah satu prioritas utama. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas sektor industri berbasis sumber daya alam.

“Kita sudah punya planning besar terhadap investasi. Ada angka target investasi yang harus kita capai setiap tahunnya. Ada sektor-sektor prioritas yang kita dorong khususnya bicara kaitannya dengan konsep downstream,” katanya.

Total target investasi nasional diproyeksikan mencapai Rp13.000 triliun dalam lima tahun mendatang. Pemerintah optimistis angka tersebut dapat dicapai melalui kerja sama dengan investor dalam dan luar negeri.

Selain menciptakan nilai tambah, hilirisasi juga bertujuan menjaga ketahanan ekonomi dengan memastikan bahan mentah tidak langsung dijual ke luar negeri tanpa proses industri di dalam negeri.

Akses Terbuka untuk Semua Negara

Todotua menjelaskan bahwa kesempatan investasi di sektor mineral kritis tidak hanya terbuka bagi Amerika Serikat. Indonesia juga memberikan peluang yang sama kepada negara lain yang ingin bekerja sama dalam pengembangan industri hilirisasi.

“Kita siap, mereka minta akses masuk, oke boleh. Sepanjang mereka melakukan investasi di hilirisasi, di-processing-nya kita berikan akses. It's equal trade,” tegasnya.

Menurutnya, prinsip kesetaraan menjadi dasar kebijakan investasi pemerintah sehingga semua negara mitra mendapatkan perlakuan yang sama.

“Kita berikan ruang sama juga dengan negara-negara lain, jadi equity treatment saja,” tandasnya.

Peran Strategis Mineral Kritis Indonesia

Kementerian ESDM menilai mineral kritis memiliki peran penting dalam rantai pasok industri global sehingga pengelolaannya harus memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026 di Washington DC menjadi salah satu momentum pembahasan kerja sama ekonomi kedua negara melalui Agreement on Reciprocal Trade.

Pemerintah juga telah menyiapkan peta jalan hilirisasi terhadap 28 komoditas strategis yang berpotensi menjadi peluang investasi bagi mitra global. Melalui kebijakan tersebut, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai pemasok utama mineral kritis dunia sekaligus meningkatkan nilai tambah industri di dalam negeri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index