BURSA

Bursa Eropa Melemah Tipis, STOXX 600 Turun Meski Regional Menguat

Bursa Eropa Melemah Tipis, STOXX 600 Turun Meski Regional Menguat
Bursa Eropa Melemah Tipis, STOXX 600 Turun Meski Regional Menguat

JAKARTA - Bursa saham Eropa mengakhiri perdagangan terbaru dengan pergerakan terbatas setelah sempat mencatat rekor intraday, sementara sebagian besar bursa utama di kawasan masih menunjukkan penguatan. Pelemahan tipis ini mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah dinamika sektor teknologi global.

Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 ditutup turun 0,05 persen atau 0,29 poin ke posisi 633,18 setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi intraday pada awal sesi perdagangan. Laporan ini dihimpun oleh Reuters, Jumat 27 Februari 2026 WIB.

Koreksi terbatas tersebut terjadi meskipun sejumlah saham dengan kinerja positif mampu menahan tekanan pasar secara keseluruhan. Investor masih mencermati pergerakan sektor teknologi serta dampak perkembangan industri kecerdasan buatan terhadap prospek perusahaan global.

Mayoritas Bursa Regional Menguat

Walaupun STOXX 600 mengalami pelemahan tipis, mayoritas indeks utama di Eropa justru mencatatkan kenaikan. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum masih cukup kuat.

Indeks DAX Jerman menguat 0,45 persen atau 113,08 poin menjadi 25.289,02. FTSE 100 Inggris naik 0,37 persen atau 40,29 poin ke posisi 10.846,70. Sementara itu, CAC 40 Prancis bertambah 0,72 persen atau 61,86 poin menjadi 8.620,93.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa tekanan pada indeks regional Eropa tidak terjadi secara merata. Sejumlah bursa utama masih mampu mempertahankan tren positif berkat dukungan saham-saham tertentu yang mencatatkan kinerja baik.

Kenaikan di beberapa indeks regional juga menegaskan bahwa investor belum sepenuhnya meninggalkan aset berisiko, meskipun terdapat tekanan pada sektor tertentu.

Tekanan dari Sektor Kesehatan dan Teknologi

Pelemahan STOXX 600 terutama dipicu oleh tekanan pada sektor kesehatan dan teknologi yang menjadi penekan utama pergerakan indeks.

Sektor kesehatan tercatat menjadi yang paling tertekan dengan penurunan sekitar 1 persen. Sementara itu, sektor teknologi turun sekitar 0,5 persen.

Penurunan sektor teknologi dipimpin oleh saham-saham semikonduktor seperti ASML, ASM, dan BE Semiconductor yang masing-masing turun sekitar 4 persen.

Koreksi saham teknologi Eropa terjadi seiring pelemahan saham chip di Amerika Serikat. Kondisi ini muncul setelah proyeksi optimistis dari raksasa kecerdasan buatan Nvidia gagal memberikan dorongan sentimen positif bagi pasar.

Pergerakan tersebut menunjukkan kuatnya keterkaitan antara pasar saham global, khususnya sektor teknologi yang sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi pertumbuhan industri kecerdasan buatan.

Investor Mulai Lebih Skeptis Terhadap AI

Kepala Riset Teknologi Quilter Cheviot, Ben Barringer, menuturkan bahwa pasar mulai terbiasa dengan kinerja Nvidia yang sering melampaui ekspektasi.

Investor kini lebih skeptis terhadap besarnya belanja modal perusahaan hyperscaler dibandingkan tingkat pengembalian investasinya.

Perubahan sikap investor ini menunjukkan bahwa optimisme terhadap sektor teknologi tidak lagi sebesar sebelumnya. Pelaku pasar mulai mempertimbangkan risiko jangka panjang dari investasi besar-besaran di bidang kecerdasan buatan.

Perhatian global terhadap sektor teknologi juga meningkat karena munculnya model-model AI terbaru yang berpotensi mengubah berbagai model bisnis tradisional.

Kondisi tersebut membuat investor lebih selektif dalam menempatkan dana pada saham teknologi.

Prospek Teknologi Masih Dinilai Positif

Chief Investment Officer Moneyfarm, Richard Flax, menilai masih banyak pertanyaan terkait dampak AI, terutama di ranah perangkat lunak.

Namun, untuk saat ini, prospek pada sisi perangkat keras masih cukup konstruktif, ujarnya.

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa sektor teknologi belum sepenuhnya kehilangan daya tarik di mata investor. Walaupun terdapat ketidakpastian, peluang pertumbuhan jangka panjang masih dianggap cukup menjanjikan.

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan tetap menjadi salah satu faktor utama yang akan memengaruhi arah pasar saham global dalam waktu mendatang.

Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor cenderung menunggu katalis baru sebelum mengambil keputusan investasi yang lebih agresif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index