Kapitalisasi BEI Tembus Rp10.340 Triliun Saat IHSG Naik 0,83 Persen

Kapitalisasi BEI Tembus Rp10.340 Triliun Saat IHSG Naik 0,83 Persen
Ilustrasi Saham IHSG.

JAKARTA - Otoritas pasar modal dalam negeri membukukan kinerja positif sepanjang perdagangan periode 6 sampai 10 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penguatan sebesar 0,83 persen jika dibandingkan dengan capaian pada pekan sebelumnya. Selaras dengan penguatan tersebut, nilai kapitalisasi pasar domestik turut merangkak naik sebesar 0,51 persen hingga menyentuh level Rp10.340 triliun.

"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,83% sehingga ditutup pada level 5.924,360 dari 5.875,780 pada pekan sebelumnya," isi keterangan tertulis mengenai perkembangan pergerakan saham pada Sabtu (11/7/2026).

Peningkatan nilai kapitalisasi pasar modal dari posisi Rp10.287 triliun di pekan lalu menjadi Rp10.340 triliun saat ini menjadi bukti tren positif tersebut. Mayoritas parameter perdagangan saham memperlihatkan grafik yang menggembirakan, walaupun nilai transaksi harian secara rata-rata didapati mengalami penyusutan.

Berdasarkan data statistik mingguan, frekuensi transaksi harian secara rata-rata melesat 29,69 persen menjadi 1,87 juta kali dari sebelumnya 1,44 juta kali transaksi. Kenaikan juga terjadi pada volume perdagangan harian yang tumbuh 16,83 persen menjadi 20,49 miliar lembar saham dari angka 17,54 miliar lembar saham pada pekan lalu.

Di sisi lain, perputaran nilai transaksi harian secara rata-rata terkoreksi sebesar 8,88 persen menjadi Rp10,27 triliun dari pencapaian pekan sebelumnya yang menyentuh Rp11,27 triliun. Penanam modal dari luar negeri terpantau masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp421,70 miar pada penutupan perdagangan Jumat (10/7), yang membuat akumulasi jual bersih sepanjang tahun 2026 membengkak jadi Rp76,15 triliun.

Guna meningkatkan aspek keterbukaan informasi, pihak otoritas meluncurkan tiga subfitur pemutakhiran pada menu keterbukaan informasi di aplikasi digital mereka. Fasilitas baru ini meliputi informasi kepemilikan saham, jumlah saham yang beredar di publik, serta konsentrasi kepemilikan saham yang ditujukan bagi lebih dari 630 ribu pengguna aktif agar memperoleh referensi investasi secara komprehensif.

Selain memperluas program edukasi pasar modal lewat penerimaan kunjungan studi kedinasan daerah, aktivitas penghimpunan modal di bursa juga terpantau sangat dinamis. Sepanjang pekan ini, terdapat enam entitas korporasi baru yang secara resmi melakukan pencatatan saham perdana untuk melantai di pasar modal.

Daftar perusahaan baru yang melakukan pencatatan saham perdana adalah sebagai berikut: PT Niramas Utama Tbk (JELI) PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) PT Bach Multi Global Tbk (BACH) PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS)

Secara akumulatif, aksi korporasi dari keenam emiten baru tersebut berhasil menjaring dana segar lebih dari Rp1,85 triliun sekaligus menambah jajaran perusahaan terbuka di bursa sepanjang tahun 2026. Pihak otoritas menilai bahwa lonjakan aktivitas dagang, kehadiran emiten baru, serta pembaruan sistem informasi menjadi indikator kuat bahwa minat investasi di pasar modal Indonesia masih terjaga dengan baik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index