Harga Pertamax Naik Jadi 16250 Rupiah Pelanggan Enggan Pakai Pertalite

Harga Pertamax Naik Jadi 16250 Rupiah Pelanggan Enggan Pakai Pertalite
Antrian panjang di BBM Subsidi.

JAKARTA - Lonjakan nominal harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk varian Pertamax serta Pertamax Green yang berlaku per 10 Juni 2026 kemarin dinilai lumayan mengejutkan khalayak luas.

Banderol Pertamax yang mulanya dipatok senilai Rp12.300 per liter kini melonjak ke angka Rp16.250 per liter. Sementara itu, tipe Pertamax Green yang tadinya dilepas seharga Rp12.900 per liter ikut terkerek naik menjadi Rp17.000 per liter.

Walau lompatan harga komoditas Pertamax tersebut hampir menyentuh angka kisaran Rp4.000 per liter, sebagian masyarakat selaku konsumen loyal kedapatan memilih untuk bertahan.

Mereka enggan beralih mengonsumsi BBM bersubsidi jenis Pertalite yang notabene dipasarkan dengan harga jauh lebih murah, yakni senilai Rp10.000 per liter.

Sikap konsisten tersebut salah satunya ditunjukkan oleh seorang warga asal Wonogiri, Jawa Tengah, bernama Riesta (28). Perempuan yang sehari-hari mencari nafkah sebagai staf perbankan ini menyatakan tetap rutin mengisi tangki motor NMAX miliknya dengan Pertamax.

Riesta mengungkapkan semenjak kendaraan roda dua itu berada di tangannya, dirinya memang telah terbiasa menggunakan asupan BBM jenis Pertamax.

"Dari awal (beli motor) emang pakai Pertamax sih," ujar Riesta kepada TribunStyle.com pada Minggu (5/7/2026).

Di samping akibat faktor kebiasaan, Riesta juga menuturkan dirinya tidak kuat jika mesti meluangkan waktu mengular panjang di barisan antrean pengisian Pertalite.

Dirinya bersyukur pos pengeluaran bulanannya saat ini terpantau masih relatif terkendali dengan baik sekalipun tarif Pertamax menyentuh Rp16.250 per liter. Riesta pun menaruh harapan besar agar banderol bahan bakar tersebut tidak melonjak kembali.

"Alhamdulillah masih aman, tapi semoga enggak naik lagi," imbuhnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index