Upaya Samsung Menghadirkan Teknologi AI untuk Semua Pengguna

Upaya Samsung Menghadirkan Teknologi AI untuk Semua Pengguna
Samsung AI.

JAKARTA - Industri ponsel pintar global kini menghadapi tantangan berupa kenaikan harga komponen seperti chipset dan memori. Kondisi ini membuat harga jual rata-rata perangkat meningkat signifikan.

Di tengah situasi tersebut, Samsung mengambil langkah strategis dengan menghadirkan fitur kecerdasan buatan atau AI premium pada lini smartphone kelas menengahnya. Langkah ini juga dibarengi jaminan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun.

Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia, Yadi Prayitno, menyatakan bahwa perkembangan AI saat ini sudah melampaui gelombang transformasi digital sebelumnya. "Perkembangannya bahkan melampaui apa yang pernah kami bayangkan," tutur Yadi.

Keputusan membawa fitur AI ke segmen menengah dilakukan untuk memberikan nilai tambah. Apalagi, siklus penggantian ponsel kini semakin lama, sehingga konsumen mulai menganggap pembelian smartphone sebagai investasi jangka panjang.

Samsung membenamkan fitur on-device AI yang sebelumnya hanya tersedia di kelas flagship. Teknologi ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di perangkat tanpa perlu bergantung pada server atau cloud eksternal.

Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada koneksi internet, tetapi juga memberikan perlindungan privasi yang lebih baik karena data sensitif tetap tersimpan di dalam perangkat.

Selain itu, fitur Voice Transcription kini hadir pada Galaxy A37 5G dan A57 5G. Pengguna dapat mengubah percakapan menjadi teks secara otomatis tanpa memerlukan kuota internet.

"Cukup tekan rekam, dan sistem akan mentranskripsikan percakapan dalam berbagai bahasa secara otomatis. Seluruh proses berlangsung langsung di perangkat, tanpa memerlukan kuota internet atau data seluler," jelas Verry Octavianus, Head of Category Management Samsung Electronics Indonesia.

Samsung juga telah menghadirkan dukungan bahasa Indonesia pada berbagai fitur AI-nya. Hal ini bertujuan agar teknologi tersebut lebih relevan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam aktivitas harian pengguna.

Komitmen Samsung diperkuat dengan jaminan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga enam tahun. Dengan dukungan tersebut, perangkat kelas menengah Samsung dipastikan tetap relevan dan siap menerima kemampuan AI baru di masa depan.

"Kami ingin smartphone Samsung dipandang sebagai investasi jangka panjang," tegas Yadi. Dengan dukungan software jangka panjang, biaya kepemilikan menjadi lebih hemat dibandingkan harus sering mengganti perangkat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index