Emiten MICE Tebar Dividen Rp10 per Lembar Saham

Emiten MICE Tebar Dividen Rp10 per Lembar Saham
PT Multi Indocitra Tbk

JAKARTA - PT Multi Indocitra Tbk (MICE) menetapkan langkah taktis untuk membagikan instrumen dividen tunai dengan akumulasi nilai total mencapai Rp6 miliar.

Jumlah tersebut setara dengan besaran Rp10 per lembar saham yang dialokasikan dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 yang menembus Rp43,61 mi­liar.

Berdasarkan publikasi resmi keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia per 2 Juli 2026, keputusan strategis ini telah disahkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Juni 2026.

Agenda sakral tersebut terpantau dihadiri oleh barisan pemegang saham yang mewakili kuantitas sebanyak 512,17 juta lembar atau menyentuh porsi rasio 85,36 persen dari hak suara.

Sesuai dengan linimasa jadwal, dana dividen bakal ditransfer ke rekening investor pada 31 Juli 2026, dengan tenggat cum date di pasar reguler pada 7 Juli 2026.

Selanjutnya, untuk proses pendataan final pemegang saham yang berhak menerima bonus laba (recording date) bakal dieksekusi pada tanggal 9 Juli 2026.

Seluruh topik pembahasan rapat dilaporkan sukses mendulang suara persetujuan yang mutlak dari jajaran investor yang hadir.

Pihak emiten menetapkan bonus dividen senilai Rp10 per lembar untuk total 600 juta saham beredar, setara porsi 13,76 persen dari laba entitas induk sepanjang 2025.

Di sisi lain, sisa perolehan keuntungan bersih senilai Rp37,61 miliar bakal dialihkan ke dalam pos laba ditahan untuk menyokong permodalan internal.

Selain menyepakati dividen, RUPS juga menyetujui dokumen laporan tahunan serta memberikan status bebas tanggung jawab penuh (acquit et decharge) untuk direksi dan komisaris.

Forum juga mempercayakan wewenang penuh kepada Dewan Komisaris guna menyaring pihak akuntan publik independen untuk agenda audit LK periode 2026 ke depan.

Dalam pembahasan susunan manajemen, para pemegang saham kompak untuk mempertahankan formasi direksi serta dewan komisaris sampai periode tahun buku 2028 berakhir.

Garis kepemimpinan direksi tetap dipegang oleh Anthony Honoris selaku Direktur Utama, disokong oleh duet Budiman Gitaloka dan Hendro Wibowo di posisi Direktur.

Lalu untuk jajaran Dewan Komisaris, Alka Tranggana didapuk sebagai Komisaris Utama, dengan anggota Budi Setyawan serta Teddy Syarief Natawidjaja selaku Komisaris Independen.

Melalui forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), disepakati pula izin penjaminan aset dengan nilai jumbo di atas 50 persen dari total ekuitas 2025.

Kebijakan berani ini diambil demi memberikan keleluasaan gerak bagi perusahaan dalam mengamankan kucuran fasilitas pinjaman perbankan ataupun opsi pendanaan lainnya.

Direksi kini resmi mengantongi mandat penuh untuk menandatangani semua dokumen penunjang demi mengeksekusi rencana perluasan pendanaan eksternal tersebut.

Langkah strategis ini diproyeksikan mampu mendongkrak kapasitas ruang finansial perusahaan dalam menyokong agenda ekspansi bisnis maupun pemenuhan modal kerja di masa depan.

Sepanjang tahun 2025, MICE berhasil menorehkan performa operasional yang cukup stabil berkat capaian pertumbuhan pos aset serta penguatan struktur modal.

Meskipun harus menavigasi dinamika pasar di sektor industri barang konsumsi, perseroan sanggup mengunci laba bersih yang dapat diatribusikan ke induk senilai Rp43,61 miliar.

Sampai dengan akhir Desember 2025, total aset konsolidasian perusahaan merangkak naik ke posisi Rp1,48 triliun dari nilai sebelumnya Rp1,42 triliun di akhir 2024.

Kenaikan tersebut dipicu pertumbuhan nilai persediaan menjadi Rp448,31 miliar, pos penyertaan saham Rp107,49 miliar, serta aset hak guna Rp8,60 miliar.

Sedangkan untuk aset lancar ikut terdongkrak menuju level Rp790,92 mi­liar, berbanding capaian periode tahun sebelumnya yang bertengger di angka Rp740,89 mi­liar.

Untuk posisi kas dan setara kas milik emiten berada di angka Rp74,02 miliar, sedikit melandai dari raihan tahun 2024 yang menyentuh Rp80,62 mi­liar.

Selanjutnya, catatan piutang usaha terdokumentasi senilai Rp228,52 miliar demi melancarkan aktivitas operasional serta jalur distribusi produk perusahaan.

Pada akhir Maret 2026, total liabilitas perusahaan terdata merangkak ke level Rp517,97 miliar jika dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp509,12 miliar.

Kenaikan tipis ini dipicu oleh penambahan pinjaman bank jangka pendek yang difungsikan untuk menjaga kestabilan modal kerja harian.

Meskipun begitu, postur keuangan perusahaan diklaim aman dan konservatif karena modal bersih atau ekuitas tercatat dua kali lipat lebih besar dari total utang.

Nilai ekuitas bertengger di angka Rp968,45 miliar pada akhir tahun 2025 dan sukses menanjak ke level Rp969,34 miliar pada kuartal pertama 2026.

Pendapatan bersih perusahaan tercatat melesat 35,4 persen secara tahunan menuju posisi Rp329,72 miliar dari posisi omzet sebelumnya senilai Rp243,53 miliar.

Namun, akibat adanya pembengkakan biaya operasional, laba bersih kuartal I/2026 tertekan ke angka Rp1,05 miliar dari posisi awal Rp4,06 miliar di periode sama 2025.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index