Penjelasan Ahli Mengenai Peran Fruktosa dalam Peningkatan Asam Urat

Penjelasan Ahli Mengenai Peran Fruktosa dalam Peningkatan Asam Urat
Ilustrasi Buah-Buahan.

JAKARTA — Buah dikenal sebagai makanan sehat karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat, namun di balik rasa manisnya terdapat kandungan fruktosa yang perlu dikonsumsi secara bijak.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, Prof. Antonius Suwanto, memperingatkan bahwa konsumsi fruktosa berlebihan berisiko meningkatkan asam urat hingga gangguan metabolisme.

Penjelasan tersebut disampaikan Prof. Antonius dalam IPB Podcast yang tayang di kanal YouTube IPB TV dan dikutip dari laman resmi IPB University.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme tubuh dalam memproses fruktosa berbeda dengan glukosa, di mana fruktosa sebagian besar dimetabolisme di hati menjadi lemak.

"Glukosa digunakan oleh berbagai sel tubuh sebagai sumber energi. Sementara fruktosa, sebagian besarnya dimetabolisme di hati melalui jalur khusus yang membuatnya dapat langsung diubah menjadi lemak," ujar Prof. Antonius.

Proses pengolahan fruktosa membutuhkan energi besar dari adenosin trifosfat (ATP), yang jika digunakan secara berlebihan akan menghasilkan produk sampingan berupa asam urat.

"Kalau ada banyak fruktosa dikonsumsi, itu akan dijadikan lemak dan akhirnya akan ada produk sampingnya berupa asam urat," jelas pakar mikrobiologi dan genetika molekuler tersebut.

Dampak asam urat ternyata tidak hanya terbatas pada masalah nyeri sendi atau gout, tetapi juga dapat mengurangi ketersediaan nitric oxide dalam tubuh.

Berkurangnya nitric oxide dapat membuat pembuluh darah menjadi lebih kaku dan berpotensi meningkatkan tekanan darah serta memengaruhi kesehatan kardiovaskular.

Prof. Antonius menambahkan bahwa kemampuan tubuh mengubah fruktosa menjadi lemak dulunya merupakan mekanisme untuk bertahan hidup saat sumber makanan masih terbatas.

Namun, saat ini sumber fruktosa sangat melimpah, sehingga jika tidak dikonsumsi dengan bijak, cadangan energi tersebut justru dapat memicu berbagai penyakit.

"Dengan kondisi manusia sekarang ada banyak sumber fruktosa di mana-mana. Kalau tidak mengonsumsinya dengan lebih bijaksana, yang tadinya untuk survival malah bisa menyebabkan penyakit," katanya.

Meskipun demikian, masyarakat tidak disarankan untuk menghindari buah, melainkan dianjurkan untuk tetap mengonsumsi buah sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.

Pola makan yang bijak serta memperhatikan jumlah konsumsi menjadi kunci penting untuk menurunkan risiko berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, obesitas, dan gangguan metabolisme lainnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index