Warna Kamar Tidur Paling Menenangkan Menurut Ahli Bukan Warna Putih

Warna Kamar Tidur Paling Menenangkan Menurut Ahli Bukan Warna Putih
Ilustrasi Kamar Tidur.

JAKARTA - Memiliki kasur yang empuk serta jadwal tidur yang teratur kerap kali dinilai sebagai kunci utama untuk mendapatkan kualitas istirahat malam yang optimal bagi tubuh.

Namun, ada satu aspek penting lainnya yang justru sering kali luput dari perhatian masyarakat luas, yaitu pemilihan warna cat dinding di dalam area kamar tidur.

Melansir informasi dari laman Parade pada Senin (22/6/2026), seorang pakar psikologi warna sekaligus analis warna berlisensi resmi, Michelle Lewis, membagikan sebuah pandangan menarik.

Dirinya menjabarkan bahwa opsi warna pada kamar tidur andal memberikan pengaruh besar terhadap kestabilan suasana hati, tingkat stres, hingga cara seseorang memulai hari saat terjaga.

Menurut analisis Lewis, kondisi lingkungan spasial yang pertama kali ditangkap oleh mata saat terbangun memiliki dampak instan terhadap sistem saraf pusat serta respons tubuh terhadap tekanan stres.

"Sebagian besar orang sangat memikirkan kasur, bantal, atau jadwal tidur mereka, tetapi hampir tidak memikirkan warna dinding selain berdasarkan selera pribadi," kata Lewis.

Ia menguraikan bahwa hamparan warna di sekitar area beristirahat, baik sebelum memejamkan mata maupun saat fajar, ikut menentukan tingkat produksi kadar hormon kortisol.

Tidak hanya itu, warna tersebut juga memengaruhi ritme denyut jantung sekaligus memfasilitasi kapasitas otak untuk berpindah secara bertahap dari mode istirahat menuju kondisi aktif bergerak.

Berdasarkan paparan Lewis, spektrum warna ruang tidur yang diklaim paling menenangkan untuk dipandang pada momen pagi hari adalah warna biru lembut dengan kombinasi gradasi abu-abu.

Karakteristik warna ini dinilai sangat efektif dalam membangun atmosfer ketenangan sekaligus mempermudah tubuh bertransisi secara rileks dari fase lelap menuju rutinitas harian.

"Birunya harus lembut dan sedikit redup dengan nuansa abu-abu. Warna ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus membuat proses bangun pagi terasa lebih nyaman," ujar Lewis.

Dirinya mengulas bahwa rumpun warna biru secara universal memang telah diakui memiliki efek penenang karena selaras dengan penurunan ritme denyut nadi dan membantu otot lebih rileks.

Kendati demikian, Lewis memberikan catatan penting bahwa pemilihan corak biru yang terlalu cerah benderang justru berpotensi memicu efek kontraproduktif bagi psikologis.

"Nuansa abu-abu sangat penting. Biru terang yang murni bisa membuat pikiran menjadi terlalu aktif," kata dia.

Oleh sebab itu, penerapan spektrum biru yang cenderung teduh, redup, dan tidak tampil mencolok mata dikategorikan sebagai opsi paling ideal guna menyelimuti dinding kamar tidur.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index