Cara Mengonsumsi Minuman Berkafein yang Salah Dapat Memicu Migrain

Cara Mengonsumsi Minuman Berkafein yang Salah Dapat Memicu Migrain
Ilustrasi minum kopi.

JAKARTA - Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), mengungkapkan bahwa pola konsumsi minuman berkafein seperti kopi dapat memicu risiko migrain.

Menurutnya, kafein memiliki dua sisi; bisa menjadi obat pereda nyeri, namun dapat berbalik menjadi pemicu sakit kepala jika tidak dikonsumsi dengan cara yang tepat.

“Itulah yang harus dipahami. Harusnya dia (kafein) positif, tapi kenapa jadi yang hal yang negatif Itu karena ada perubahan dari cara kami mengonsumsi kafeinnya,” kata dokter yang akrab disapa Sena tersebut di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Perubahan dosis yang drastis, misalnya dari satu cangkir menjadi empat hingga lima cangkir per hari, dapat mengubah cara kerja kafein dalam tubuh hingga menyebabkan sakit kepala yang lebih parah.

Selain itu, pola konsumsi yang tidak konsisten, seperti perubahan waktu minum kopi atau penghentian konsumsi secara mendadak, juga dapat memicu gejala sakit kepala akibat efek withdrawal.

“Perubahan seperti itu yang tadinya banyak kopinya terus tiba-tiba mendadak maka itu pun juga bisa menyebabkan gejala sakit kepalanya akibat withdrawal atau berhenti yang mendadak dari si kafein tersebut. Jadi yang salah tuh bukan si kafeinnya tapi bagaimana kami menggunakannya,” ujar dia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index