JAKARTA - Manajemen Arsenal dilaporkan kian gencar meningkatkan pergerakan mereka demi mengamankan tanda tangan gelandang andalan AS Roma, Manu Kone, menyusul tercapainya kesepakatan personal dengan agen sang pemain.
Pilar lini tengah yang berumur 25 tahun tersebut kini tengah disibukkan oleh agenda membela tim nasional Prancis dalam ajang akbar Piala Dunia 2026.
Sosoknya kini menjelma sebagai buruan paling utama bagi skuad Meriam London pada jendela transfer musim panas ini, terlebih dengan memanfaatkan celah kemunduran neraca keuangan yang melilit pihak Roma.
Klub yang berbasis di London Utara tersebut diklaim telah menorehkan lompatan kemajuan yang sangat berarti demi mendaratkan pesepak bola internasional Prancis yang tengah naik daun itu.
Surat kabar Corriere della Sera mewartakan bahwa Manu Kone sejatinya sempat memprioritaskan opsi mudik ke Paris Saint-Germain lantaran iming-iming mahar yang menggiurkan, sekaligus menepis ketertarikan Atletico Madrid.
Akan tetapi, akibat jawara Liga Prancis itu tidak kunjung memperlihatkan keseriusan riil, Arsenal bergerak taktis mengambil celah guna bernegosiasi intensif terkait kepindahan menuju Emirates Stadium.
Klub kontestan Serie A Italia tersebut saat ini berada di bawah jepitan tekanan ekonomi yang masif untuk segera melangsungkan penjualan aset pemain sebelum tanggal 30 Juni demi meloloskan diri dari jerat regulasi ketat Financial Fair Play.
Pada mulanya, manajemen serigala ibu kota mematok mahar pelepasan sebesar 50 juta euro bagi sang gelandang jangkar yang performanya melesat tajam di bawah komando taktis Gian Piero Gasperini.
Namun, menilik urgensi mendesak untuk menyeimbangkan buku kas klub sebelum tenggat akhir bulan ini, sejumlah pengamat transfer meyakini proposal kompromi di kisaran 45 juta euro berpeluang besar untuk disetujui.
Mikel Arteta selaku juru taktik dilaporkan memproyeksikan pemain bertenaga kuda ini sebagai kepingan taktik yang paling pas untuk mereduksi beban kerja di sektor pertahanan yang saat ini ditanggung oleh Declan Rice.
Atribut istimewa yang dimiliki oleh Manu Kone dalam mendistribusikan bola ke sektor depan lewat tempo kilat dinilai mampu menginjeksikan variasi dinamika baru pada sektor sentral kreativitas permainan Arsenal.
Opsi perekrutan sang pemain bakal menyuguhkan alternatif pola teknis yang sangat kontras jika dikomparasikan dengan gaya lambat milik Martin Zubimendi yang dipandang kurang klop dengan skema ofensif Arteta.
Kini, fokus utama Manu Kone bakal terbagi sejenak demi menuntaskan kewajiban membela negaranya seiring bergulirnya laga perdana skuad Les Bleus yang terhitung krusial kontra tim nasional Senegal.
Di sisi lain, lingkaran representatif dari sang gelandang berkomitmen penuh untuk mempercepat penyelesaian birokrasi transfer ini sebelum jatuh tempo finansial yang mengikat tim Italia pada pengujung Juni.
Langkah lanjutan yang wajib diambil Arsenal adalah mengalkulasi secara presisi perihal momentum dan formula tawaran perdana mereka agar proses akuisisi pemain bintang ini terhindar dari hambatan