Ekspor

Menkop Lepas Ekspor Manggis Subang Tembus Pasar China Global

Menkop Lepas Ekspor Manggis Subang Tembus Pasar China Global
Menkop Lepas Ekspor Manggis Subang Tembus Pasar China Global

JAKARTA - Langkah koperasi menembus pasar internasional kembali mendapat sorotan setelah pengiriman manggis segar asal Subang dilepas menuju China. 

Ekspor ini menjadi bukti bahwa model usaha berbasis koperasi mampu memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian daerah.

Ferry Juliantono melepas ekspor manggis sebanyak tiga ton yang dilakukan oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China sebagai ekspor manggis segar tahap delapan ke negara tersebut.

"Kali ini, Koperasi Produsen Upland Subang Farm melepas 3 ton manggis, sehingga secara total sejak pengiriman pertama nilai transaksinya mencapai Rp6,6 miliar," kata Menkop.

Ia menyampaikan pelepasan ekspor produk pertanian manggis dari koperasi di Subang ini menjadi penanda bahwa koperasi mampu bersaing, sehingga mampu menembus pasar global. 

Bahkan dalam waktu dekat Koperasi Produsen Upland Subang Farm berencana menambah unit bisnis untuk pengemasan produk nanas dalam kaleng sehingga siap diekspor.

"Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Subang sebagai kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditas. Insyaallah kami siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah," kata Menkop.

Total Nilai Transaksi dan Tahap Ekspor

Ekspor tiga ton manggis ini merupakan tahap kedelapan yang dilakukan koperasi tersebut ke China. Sejak pengiriman pertama, total nilai transaksi yang berhasil dicapai mencapai Rp6,6 miliar. Capaian tersebut menunjukkan konsistensi sekaligus peningkatan kapasitas koperasi dalam memenuhi permintaan pasar luar negeri.

Keberlanjutan pengiriman hingga tahap delapan menandakan adanya kepercayaan buyer terhadap kualitas produk manggis dari Subang. Hal ini juga mencerminkan kesiapan manajemen koperasi dalam menjaga standar mutu serta kontinuitas pasokan.

Dukungan Pembiayaan dari Kemenkop dan LPDB

Dukungan Kementerian Koperasi terhadap kemajuan koperasi ini tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan. Menkop Ferry mendorong agar Lembaga Pengelola Dana Bergulir memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi tersebut.

Dengan dukungan pembiayaan tersebut, Menkop berharap kualitas dan kuantitas hingga upaya diversifikasi usaha dari Koperasi Upland Subang Farm dapat dilakukan sesuai rencana bisnisnya. Berdasarkan hasil kajian terhadap proposal dan proses bisnis yang dijalankan koperasi tersebut kepada LPDB, untuk tahap awal diperkirakan suntikan dana yang dapat diberikan sekitar Rp4 miliar.

Selanjutnya diperkirakan nilai pembiayaan yang dapat digulirkan dapat mencapai Rp20 miliar. "Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp20 miliar tetapi harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan," katanya.

Dampak bagi Petani dan Ekosistem Koperasi

Dengan modal yang cukup, diharapkan koperasi mampu menyerap produk pertanian dengan harga yang lebih baik sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya. "Saya yakin Koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana," katanya.

Menkop menambahkan bahwa keberhasilan ekspor manggis oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan pelaku utama dalam membawa produk lokal ke pasar dunia.

Lebih jauh, Menkop menyinggung ekosistem koperasi desa yang sedang dibangun, termasuk Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan koperasi tersebut. 

Ia berharap koperasi ini dapat terhubung dengan jaringan koperasi desa di seluruh Indonesia, sehingga produknya tidak hanya diekspor tetapi juga dipasarkan di dalam negeri melalui jaringan koperasi.

"Jadi jangan hanya diekspor saja tapi bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Produk lokal yang ada di Subang atau sekitarnya juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih," ujar Menkop.

Rencana Diversifikasi dan Tantangan ke Depan

Selain manggis, koperasi berencana mengembangkan unit bisnis pengemasan nanas dalam kaleng untuk memenuhi permintaan ekspor, termasuk dari negara di Timur Tengah. Rencana ini diharapkan mampu memperluas portofolio komoditas unggulan Subang di pasar internasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ekspor manggis yang menjadi mimpi sejak program Upland digulirkan. 

Menurut dia, capaian ini menunjukkan bahwa manggis Subang telah memenuhi standar internasional, menyusul keberhasilan ekspor kopi sebelumnya.

Agus menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan produk nanas dapat memenuhi spesifikasi buyer. Ia berharap bimbingan dari Kemenkop agar Subang terus memiliki produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.

Menkop menegaskan bahwa dukungan terhadap koperasi merupakan bagian dari semangat pendiri bangsa untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. 

Ia pun berharap Subang dapat terus melakukan ekspor komoditas unggulan lainnya, khususnya nanas, sehingga kontribusi koperasi terhadap perekonomian daerah dan nasional semakin kuat.

Keberhasilan ekspor tahap kedelapan ini menjadi penanda bahwa koperasi tidak lagi hanya berperan di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjadi aktor penting dalam rantai perdagangan global. 

Dengan dukungan pembiayaan, pendampingan, dan jejaring distribusi yang lebih luas, peluang ekspansi pasar terbuka semakin lebar bagi produk-produk pertanian Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index