JAKARTA - Kinerja industri asuransi umum nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren yang tetap ekspansif di tengah dinamika ekonomi, dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) merilis data pertumbuhan premi yang mengindikasikan ketahanan sektor ini. Berdasarkan pengolahan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total premi berhasil mencatatkan pertumbuhan tahunan yang memperkuat posisi industri dalam sistem keuangan nasional.
Premi Tumbuh 2,7 Persen Sepanjang 2025
AAUI melaporkan bahwa pendapatan premi asuransi umum sepanjang tahun 2025 mencapai Rp120,83 triliun atau tumbuh 2,7 persen dibandingkan realisasi tahun 2024. Capaian ini mencerminkan keberlanjutan ekspansi bisnis di berbagai lini usaha, meskipun tekanan global dan domestik masih membayangi aktivitas ekonomi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah lini usaha utama seperti asuransi kendaraan bermotor, properti, kredit, serta lini lainnya yang tetap menunjukkan kontribusi signifikan terhadap total premi industri. Secara struktural, peningkatan ini menunjukkan bahwa permintaan proteksi risiko dari masyarakat dan pelaku usaha tetap terjaga.
Aset dan Investasi Menguat
Selain sisi premi, fundamental industri juga menunjukkan penguatan. Total aset industri asuransi umum meningkat 7,4 persen menjadi Rp260,98 triliun. Kenaikan ini memperlihatkan kapasitas permodalan dan likuiditas perusahaan yang semakin solid dalam mengantisipasi potensi klaim maupun volatilitas risiko ke depan.
Di sisi lain, total investasi industri tercatat naik 8,9 persen menjadi Rp131,44 triliun. Peningkatan investasi tersebut menjadi indikator optimisme pelaku industri terhadap prospek ekonomi dan stabilitas pasar keuangan domestik. Alokasi investasi yang lebih besar juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menjaga solvabilitas serta mendukung ekspansi usaha berkelanjutan.
Tren Pertumbuhan Sepanjang Tahun
Secara periodik, kinerja premi sepanjang 2025 mengalami dinamika. Pada semester I/2025, premi industri tercatat sebesar Rp58,5 triliun atau meningkat 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini menjadi fondasi penting bagi capaian tahunan.
Sementara itu, hingga kuartal III-2025, premi tercatat sebesar Rp84,77 triliun atau tumbuh 6,3 persen secara tahunan. Meski angka tersebut belum sepenuhnya memenuhi target yang telah diproyeksikan sebelumnya, tren pertumbuhan tetap terjaga dan menjadi sinyal positif bagi industri.
Variasi pertumbuhan antarperiode menunjukkan bahwa industri asuransi umum sangat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, daya beli masyarakat, serta aktivitas sektor riil. Namun secara agregat tahunan, kinerja tetap berada dalam jalur positif.
Peran Strategis Industri Asuransi Umum
Pertumbuhan premi dan penguatan aset menegaskan peran strategis industri asuransi umum dalam menjaga stabilitas ekonomi. Produk asuransi umum memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko, mulai dari kerusakan properti, kecelakaan kendaraan, hingga risiko kredit.
Dengan kapasitas keuangan yang semakin kuat, perusahaan asuransi umum memiliki ruang yang lebih besar untuk memenuhi kewajiban klaim serta meningkatkan kualitas layanan kepada pemegang polis. Hal ini turut memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap industri.
Di sisi lain, dana investasi yang dikelola industri juga berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan dan pendalaman pasar keuangan. Asuransi umum tidak hanya berfungsi sebagai pengelola risiko, tetapi juga sebagai institusi keuangan yang menopang stabilitas sistemik.
Tantangan dan Prospek 2026
Meskipun mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025, industri asuransi umum tetap menghadapi sejumlah tantangan. Tekanan inflasi, ketidakpastian ekonomi global, serta perubahan pola konsumsi menjadi faktor yang perlu diantisipasi.
Peran AAUI bersama OJK menjadi penting dalam memastikan regulasi yang adaptif dan mendukung inovasi. Penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, serta peningkatan literasi asuransi menjadi agenda strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Dengan fundamental yang relatif solid serta pertumbuhan premi yang tetap terjaga, prospek industri asuransi umum memasuki 2026 dinilai masih konstruktif. Industri diharapkan mampu mempertahankan kinerja positif sekaligus meningkatkan penetrasi pasar di berbagai segmen ekonomi.