JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat di provinsi tersebut guna meningkatkan keterlibatan publik dalam penggunaan jasa keuangan dan melindungi konsumen dari risiko serta potensi penipuan di sektor jasa keuangan.
Penguatan layanan ini dilakukan melalui berbagai program dan inovasi yang dilakukan secara langsung di lapangan dan melalui kanal digital yang telah disediakan. OJK Kalteng tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, tetapi juga menyasar edukasi, inklusi, dan keterbukaan informasi demi memastikan masyarakat dapat memanfaatkan jasa keuangan secara aman, cepat, dan transparan.
Menguatkan Layanan Langsung kepada Masyarakat
Dalam upaya memperluas akses terhadap layanan OJK, lembaga ini telah meningkatkan layanan kepada masyarakat Kalimantan Tengah melalui pendekatan yang lebih responsif dan terarah. Program-program yang dihadirkan meliputi layanan walk-in maupun digital yang memungkinkan masyarakat untuk mengajukan pertanyaan, mendapatkan informasi, dan menyampaikan pengaduan secara mudah dan cepat.
Salah satu layanan penting yang disosialisasikan adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Layanan ini memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar layanan keuangan, termasuk status data kredit, legalitas lembaga keuangan, serta sarana perlindungan konsumen. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini untuk memeriksa data atau menyampaikan pertanyaan terkait interaksi mereka dengan lembaga jasa keuangan yang menjadi tanggung jawab OJK.
Sementara itu, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), sebuah platform digital yang dibentuk sebagai kanal resmi untuk menerima aduan, permintaan informasi, ataupun klarifikasi terhadap persoalan yang dihadapi di sektor jasa keuangan. Platform ini membuka saluran komunikasi langsung antara konsumen dan regulator, menjadikan proses penyelesaian masalah lebih transparan dan akuntabel.
Kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan
Pilar penting dalam strategi OJK Kalteng adalah memperluas literasi keuangan masyarakat. Edukasi ini tidak hanya diberikan kepada nasabah individu tetapi juga kepada kelompok masyarakat rentan seperti pelaku UMKM, mahasiswa, dan komunitas lokal yang belum familiar dengan layanan keuangan modern.
OJK secara aktif mengadakan sosialisasi dengan menerapkan prinsip bahwa pemahaman terhadap jasa keuangan harus diawali sejak dini agar masyarakat tidak mudah terjebak dalam modus investasi ilegal atau tawaran kredit dengan bunga tidak wajar. Edukasi tentang prinsip legalitas dan logis menjadi salah satu materi pokok yang selalu disampaikan kepada masyarakat, termasuk pentingnya mengecek legalitas lembaga keuangan sebelum terlibat dalam transaksi apa pun.
Upaya ini juga termasuk diskusi interaktif, pelatihan penggunaan aplikasi keuangan digital, serta kegiatan sosialisasi lainnya yang diselenggarakan di berbagai wilayah guna mendorong inklusi keuangan yang lebih tinggi. Melalui cara ini, OJK ingin memastikan masyarakat makin memahami cara kerja jasa keuangan dan mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan perekonomian formal.
Pendekatan Preventif & Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan
Selain edukasi, OJK Kalteng juga berfokus pada pendekatan preventif terhadap risiko yang dialami konsumen. Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti lembaga penegak hukum, organisasi masyarakat, serta pemerintah daerah setempat guna memastikan bahwa perlindungan konsumen menjadi bagian dari tujuan bersama dalam pembangunan ekonomi daerah.
Kolaborasi ini tidak hanya mencakup aspek edukasi, tetapi juga sinergi dalam penegakan hukum terhadap lembaga keuangan ilegal dan penipuan digital yang kerap menjerat masyarakat. Dengan adanya koordinasi lintas sektor, termasuk Satgas pemberantasan aktivitas keuangan ilegal (Satgas PASTI), OJK berupaya menekan praktik yang merugikan publik melalui pemblokiran entitas ilegal serta penanganan pengaduan komunitas secara terstruktur.
Pendekatan kolaboratif ini juga menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem layanan keuangan yang sehat, aman, dan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk yang berada di desa atau wilayah terpencil. Sinergi tersebut memperkuat peran OJK sebagai lembaga pengatur sekaligus pelindung konsumen dalam sektor jasa keuangan.
Rencana Pengembangan dan Optimasi Layanan di Tahun Mendatang
Melihat hasil capaian saat ini, OJK Kalteng akan terus mengembangkan layanan dan kanal komunikasi yang lebih efektif dengan masyarakat. Termasuk memperluas akses layanan melalui pendekatan digital dan modernisasi sistem informasi untuk memberikan layanan yang lebih cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan konsumen.
Peningkatan layanan juga akan disertai dengan upaya monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan setiap program dan kanal komunikasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal ini mencakup pengembangan kanal pengaduan, pelatihan literasi keuangan lanjut, serta kerja sama dengan institusi pendidikan untuk memperkenalkan literasi keuangan sejak dini.
Dengan demikian, OJK tidak hanya bekerja sebagai regulator tetapi juga sebagai fasilitator yang memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang lebih melek jasa keuangan, mampu melindungi diri dari risiko, dan turut serta dalam pembangunan perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan.