JAKARTA - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa pihaknya telah membahas langkah peningkatan nilai investasi untuk pembangunan lokasi acara. Fokus utama dari proyek ini menyasar pada tempat penyelenggaraan konser musik bersama dengan jajaran pimpinan Danantara.
"Kami juga berbicara dengan CEO Danantara untuk investasi di venue untuk konser terutama," katanya seusai Konferensi Pers Update Program Prioritas/PHTC serta Peningkatan Daya Saing Pariwisata Nasional di Jakarta, Rabu.
Berdasarkan penjelasannya, agenda pembahasan terkait investasi sarana pertunjukan musik ini sengaja bergulir untuk merespons masukan dari asosiasi promotor. Kelompok pengusaha tersebut sempat mengeluhkan perihal keterbatasan fasilitas tempat acara di Indonesia.
Widiyanti menjabarkan bahwa wilayah Jakarta sebenarnya sudah memiliki sejumlah infrastruktur berkapasitas besar seperti Gelora Bung Karno (GBK) serta Jakarta International Stadium (JIS). Namun, dua arena megah tersebut pada dasarnya dibangun untuk kegiatan olahraga.
"Sekarang itu kan rebutan dengan olahraga ya di GBK itu, jadi butuh dibangunkan, tapi memang sudah ada ya di JIS," katanya.
Meskipun begitu, dia menerangkan bahwa pelaksanaan acara hiburan massal seperti konser musik di area JIS sejauh ini masih kerap menghadapi kendala klasik. Permasalahan utama yang sering muncul di lapangan yaitu perihal akses mobilitas dan kemacetan arus lalu lintas.
"Itu tinggal mengatur kemacetannya saja ya sekarang, Pak Gubernur saya rasa sudah mulai merapikan di sana," ujar dia.
Selain fokus mengupayakan masuknya investasi untuk mendirikan tempat pertunjukan baru, Kementerian Pariwisata juga tengah meluncurkan terobosan lain. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mempermudah sekaligus mempercepat proses pengurusan izin kegiatan.
Widiyanti menilai bahwa kelancaran penyelenggaraan sebuah acara berskala besar akan membawa efek positif langsung bagi pertumbuhan destinasi wisata. Langkah ini dipandang efektif untuk menaikkan citra pariwisata daerah.
Pelaksanaan berbagai festival atau konser juga diklaim mampu menciptakan ceruk lapangan pekerjaan serta peluang bisnis baru bagi masyarakat sekitar, pekerja seni, hingga wirausahawan, sehingga melahirkan efek pengganda ekonomi yang kuat.
Oleh karena itu, pihak Kementerian Pariwisata konsisten menyokong penguatan ekosistem industri kreatif ini. Program pembinaan tersebut disalurkan secara terstruktur lewat agenda Event by Indonesia serta Karisma Event Nusantara (KEN).