Kemnaker Wajibkan Mitra MagangHub 2026 Terdaftar di Sistem WLKP

Jumat, 10 Juli 2026 | 22:07:32 WIB
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah.

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan kepastian bahwa tiap korporasi yang berminat menjadi mitra pengelola program Magang Nasional (MagangHub) 2026 diharuskan terdata dalam sistem wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan (WLKP).

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah menerangkan ketentuan itu merupakan bagian dari tahapan validasi guna menjamin korporasi mitra mengantongi legalitas hukum serta rekam ketenagakerjaan yang aktif dan sah.

Darmawansyah mengingatkan pihak manajemen untuk memastikan kembali bahwa seluruh berkas ketenagakerjaan yang ada di sistem WLKP telah diperbarui secara berkala sebelum mengajukan permohonan bergabung di MagangHub 2026.

"Perusahaan yang ingin bergabung sebagai mitra penyelenggara perlu memastikan telah terdaftar dalam WLKP, memperbarui data perusahaan, serta memastikan seluruh informasi perusahaan aktif dan valid. Dengan demikian, proses pendaftaran dapat berjalan lebih lancar dan sesuai ketentuan," ujar dia.

Bagi Darmawansyah, pemenuhan seluruh regulasi awal tersebut menjadi langkah tak terpisahkan dari misi besar Kemnaker dalam mengawal mutu pelaksanaan agenda MagangHub.

Lewat pengawasan administrasi tersebut, Kemnaker dapat menjamin bahwa setiap korporasi memiliki profil usaha yang kredibel sekaligus memadai sebagai wadah edukasi bagi peserta magang.

Ia menjabarkan bahwa perwakilan manajemen dapat memeriksa dan memperbarui berkas administrasi mereka melalui situs resmi wajiblapor.kemnaker.go.id sebelum memproses berkas kemitraan.

Di samping pemenuhan aspek legal, data korporasi yang valid diproyeksikan bakal mempermudah proses penyaringan serta urusan birokrasi, sehingga jalannya MagangHub dapat bergulir secara rapi, terbuka, dan bertanggung jawab.

Kemnaker juga merangkul pelaku usaha dari bermacam-macam bidang bisnis untuk ikut serta memeriahkan program MagangHub 2026.

Sinergi antara otoritas publik dan sektor swasta diharapkan mampu membuka lapangan pelatihan di lingkungan kerja serta melahirkan generasi muda yang andal, fleksibel, dan sanggup menjawab kriteria industri.

"Melalui MagangHub, perusahaan tidak hanya berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, tetapi juga memiliki kesempatan menjaring talenta muda yang sesuai dengan kebutuhan industrinya," kata Darmawansyah.

Terkini