Pameran FHI 2026 Hadir Kembali Akselerasi Industri Food Service

Kamis, 09 Juli 2026 | 06:36:31 WIB
Pameran FHI 2026.

JAKARTA - Ajang pameran Food & Hospitality Indonesia (FHI) yang memegang predikat sebagai pasar layanan makanan (food service) paling masif di Asia Tenggara (ASEAN) kembali diselenggarakan di Jakarta pada tahun 2026. Kehadiran pameran ini ditujukan guna memperkokoh tren kenaikan konsumsi domestik serta pergeseran gaya hidup masyarakat pada sektor kuliner, minuman, serta perhotelan nasional yang mencatatkan nilai hingga 29 miliar dolar AS di tahun 2024.

Berdasarkan data statistik laporan Hotel, Restaurant and Institutional Annual 2025, perolehan nilai komersial dari sektor Hotel, Restaurant, and Institutional (HRI) di dalam negeri sukses menempatkan Indonesia sebagai pemimpin pasar layanan makanan terbesar di kawasan ASEAN, sekaligus melewati pencapaian total sebelum masa pandemi melanda.

Portfolio Director Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026, Meysia Stephanie, lewat pernyataan resminya memaparkan bahwa agenda akbar ini dirancang untuk menyatukan seluruh mata rantai ekosistem industri ke dalam sebuah forum bisnis terpadu. Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat menyelaraskan diri dengan pergerakan tren pertumbuhan bisnis kuliner serta mendongkrak keunggulan kompetitif di kancah dunia.

Meysia menyebut kemajuan sektor ini tidak sekadar bergantung pada besaran kapasitas pasar saja, melainkan dipengaruhi pula oleh kecakapan para pemangku kepentingan untuk saling bersinergi, tanggap terhadap dinamika pasar, serta mengadopsi pemanfaatan teknologi baru.

"FHI hadir sebagai platform yang mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis, sehingga pelaku usaha dapat membangun kemitraan strategis, menemukan solusi baru, sekaligus meningkatkan daya saing industri di tingkat global,” ujar Meysia.

Di dalam rilis data tersebut, pergerakan positif pada industri layanan makanan ini didorong oleh ekspansi masif dari jaringan penginapan serta restoran berskala internasional, melonjaknya pamor specialty coffee dan premium bakery, hingga pesatnya penetrasi platform pemesanan makanan digital yang memudahkan akses publik dalam menjangkau produk berkualitas tinggi.

Di waktu yang bersamaan, sektor bisnis ini juga tengah memasuki tahapan pembaruan yang ditandai dengan naiknya angka permintaan pasar atas komoditas premium, perluasan implementasi kewajiban sertifikasi halal secara menyeluruh, serta ketatnya peta persaingan usaha di tingkatan regional.

Berbagai aspek dinamis tersebut memicu tingginya urgensi atas kehadiran sebuah wadah bisnis yang kompeten dalam menjembatani para pelaku usaha, produsen, pemasok, agen penyalur, hingga pihak pembuat kebijakan strategis dalam satu ekosistem bisnis yang saling terintegrasi.

Meysia memaparkan bahwa prospek cerah pelaksanaan FHI 2026 turut disokong oleh kalkulasi nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diprediksi mampu menyentuh angka 6,13 triliun dolar AS pada tahun 2028, seiring target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,8 hingga 6,3 persen pada tahun 2026.

Berjalan lurus dengan target tersebut, sektor perhotelan dan pelayanan diproyeksikan bakal melejit hingga tiga kali lipat pada tahun 2030 mendatang seiring dengan derasnya arus investasi masuk, meluasnya konsep pariwisata berkelanjutan, serta tingginya animo masyarakat terhadap pengalaman kuliner eksklusif.

Selain berfokus pada pameran komoditas serta pengenalan inovasi terkini demi membuka peluang investasi baru, FHI 2026 juga menegaskan komitmennya untuk mengawal proses peralihan menuju ekosistem perhotelan dan kuliner yang lebih bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip kelestarian, mulai dari pemanfaatan bahan organik, opsi kemasan ramah lingkungan, manajemen energi, hingga pengolahan limbah.

Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia, Leonarita Hutama, menegaskan bahwa aspek keberlanjutan lingkungan saat ini telah bergeser menjadi pilar krusial di dalam strategi ekspansi bisnis jangka panjang, dan bukan lagi sekadar tren musiman belaka.

“Transformasi industri tidak hanya ditentukan oleh inovasi produk dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha mengembangkan bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui FHI 2026, kami ingin menghadirkan platform yang mempertemukan perusahaan, inovator, dan pemangku kepentingan untuk berbagi solusi serta mempercepat adopsi praktik bisnis berkelanjutan di sektor makanan, minuman, dan hospitality,” ujar Leonarita.

Ajang bergengsi FHI 2026 dijadwalkan bakal berlangsung pada tanggal 21 sampai 24 Juli 2026 di gedung Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran. Gelaran ini siap menyajikan kolaborasi inovasi, instrumen teknologi, ragam produk unggulan, serta mempertemukan para penentu kebijakan internasional sebagai jembatan strategis dalam mengakselerasi ekspansi usaha, penanaman modal, serta modernisasi industri yang lebih hijau.

Terkini