Kenali 3 Posisi Tidur yang Menjadi Tanda Stres Tersembunyi pada Tubuh

Kamis, 09 Juli 2026 | 06:24:01 WIB
Ilustrasi Tidur.

JAKARTA - Banyak orang merasakan tekanan mental selama beraktivitas di siang hari. Rasa tertekan ini kerap kali terbawa hingga waktu istirahat malam dan mengganggu kualitas tidur secara menyeluruh.

Tubuh manusia memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikan beban pikiran yang sedang dialami tanpa disadari, salah satunya lewat postur saat beristirahat. Berdasarkan hasil survei global terbaru dari ResMed, tekanan mental menjadi faktor utama penentu rusaknya tidur yang berkualitas.

"Postur yang secara tidak sadar kamu terapkan di malam hari dapat mencerminkan bagaimana sistem sarafmu sedang merespons tekanan," ujar Chief Medical Officer di ResMed, Carlos Nunez, M.D.

Psikolog klinis Nicole Moshfegh, PsyD, memaparkan bahwa tekanan mental dapat mengaktifkan respons lawan atau lari di dalam tubuh manusia.

"Hal ini mencakup peningkatan detak jantung, pernapasan, tekanan darah, dan ketegangan otot. Sebagai akibatnya, tubuh kesulitan untuk rileks," terang dia.

Rasa tidak nyaman tersebut memicu seseorang untuk secara otomatis mencari posisi tidur yang protektif agar merasa lebih tenang.

"Tubuh berkomunikasi, bahkan saat kamu tertidur. Postur yang tegang dan meringkuk dapat mencerminkan pikiran yang sedang tertekan," tambah Nunez.

Terdapat 3 posisi tidur yang bisa menjadi indikator adanya tekanan mental tersembunyi:

Posisi Janin Gaya ini ditandai dengan posisi menyamping dan lutut yang ditarik ke arah dada. Ini merupakan bentuk perlindungan diri alami saat tingkat tekanan mental sedang tinggi.

"Orang yang sering mengambil posisi janin dan meringkuk rapat mungkin lebih sensitif secara emosional atau cemas," jelas Nunez.

"Semakin ketat posisi meringkuknya, semakin tubuh mereka mengisyaratkan keinginan untuk perlindungan atau kenyamanan, terutama selama masa stres," tambah dia.

Posisi Tengkurap Gaya tengkurap seperti terjun bebas sambil memeluk bantal sering dianggap santai, namun sebenarnya bisa menjadi indikasi adanya tekanan mental yang dipendam.

"Ini adalah posisi rentan yang mungkin mencerminkan ketegangan yang meningkat, bahkan jika orang yang tidur tampak rileks," kata Nunez.

Tangan Mengepal Tidur dengan kondisi tangan mengepal biasanya dibarengi dengan kebiasaan menggemeretakkan gigi, sehingga memicu rasa nyeri pada rahang saat terbangun.

"Ketegangan fisik selama tidur dapat mengindikasikan stres, terutama jika kamu juga mengalami mimpi buruk, yang mungkin kamu ingat atau tidak," pasar Moshfegh.

Untuk mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik, menerapkan postur tubuh yang tepat sejak awal tidur dapat membantu meredakan tekanan mental.

"Tujuannya adalah mencoba menempatkan dirimu pada posisi paling nyaman yang terasa terbaik, guna mendorong tidur yang tidak terlalu terganggu," kata Moshfegh.

Beberapa pilihan posisi tidur yang lebih sehat antara lain:

Tidur Menyamping Tidur dengan posisi menyamping dan menjaga tulang belakang tetap lurus. Moshfegh menyarankan penggunaan bantal di antara lutut.

"Posisi ini dapat mendorong keselarasan tulang belakang dan dapat mengurangi ketegangan otot, terutama jika dibandingkan dengan meringkuk rapat," kata dia.

Telentang dengan Lengan di Samping Gaya telentang sangat baik untuk menjaga keselarasan alami tulang belakang dan mengurangi ketegangan otot tubuh.

"Gaya ini juga dapat membantu meredakan penyakit fisik seperti sindrom carpal tunnel dengan mengurangi tekanan," jelas Moshfegh.

Melonggarkan Posisi Meringkuk Bagi yang terbiasa menekuk tubuh secara erat, cobalah untuk lebih meregangkan postur tubuh agar lebih rileks.

"Rentangkan kaki dan lengan dengan lembut untuk mengurangi ketegangan. Pergeseran halus ini memberi sinyal pada tubuh bahwa kamu aman, yang pada gilirannya dapat mengurangi respons stres," tutur Nunez.

Menggunakan Selimut Berat Selimut berat terbukti efektif membantu menenangkan sistem saraf dan meminimalkan gerakan tubuh akibat rasa tegang di malam hari.

Memperbaiki posisi tidur memang membantu, tetapi mengidentifikasi sekaligus mengatasi sumber utama dari tekanan mental yang dialami tetap menjadi langkah yang sangat penting.

Terkini