JAKARTA - Bintang tenis asal Serbia, Novak Djokovic, sukses menembus babak perempat final Wimbledon 2026 sekaligus melewati pencapaian Roger Federer sebagai petenis putra pemegang rekor 106 kemenangan di ajang Grand Slam lapangan rumput tersebut.
Djokovic mengandaskan perlawanan petenis kualifikasi Roman Safiullin lewat kedudukan 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3 pada laga babak keempat di All England Club, Minggu (5/7/2028), guna melangkah ke perempat final Wimbledon untuk kesembilan kalinya secara beruntun atau yang ke-17 di sepanjang kariernya.
“Ini kemenangan yang diraih dengan perjuangan keras. Roman memulai pertandingan dengan sangat baik dan bermain sangat agresif," kata Djokovic seusai pertandingan, dikutip dari ATP.
"Saya tidak merasa terlalu nyaman dari baseline. Saya tahu akan sulit bertahan dalam reli panjang melawannya. Dia pemain yang sangat solid dan pantas bangga dengan penampilannya hari ini," ujar dia menambahkan.
Berkat pencapaian ini, Djokovic berhasil melewati torehan 105 kemenangan milik Federer di panggung Wimbledon.
Secara global, kini hanya tinggal legenda tenis putri Martina Navratilova yang mempunyai koleksi kemenangan lebih melimpah di kejuaraan tersebut, yakni sebanyak 120 kemenangan.
Safiullin menyajikan perlawanan yang sangat merepotkan di sepanjang laga yang bergulir selama tiga jam 26 menit.
Kendati menginjakkan kaki di Wimbledon tanpa mengantongi satu pun kemenangan di level tur sepanjang musim kompetisi 2026, mantan petenis peringkat 36 dunia itu sanggup membuat Djokovic berada di bawah tekanan pada berbagai kesempatan.
Di set pembuka, Safiullin sempat memimpin angka 5-2. Kendati demikian, Djokovic sukses menggagalkan dua kali set point sebelum akhirnya memaksakan fase tie-break dan mengamankan set pertama berkat kesalahan lawannya saat adu reli backhand.
Djokovic lantas menaikkan tensi laga di set kedua. Ia mengamankan break krusial pada gim keenam sesudah melewati gim pengembalian servis yang memakan waktu sekitar 10 menit, sehingga memperlebar keunggulannya menjadi dua set.
Safiullin sempat memerlukan tindakan medis akibat gangguan di area pinggul pada set ketiga. Begitu menginjakkan kaki kembali di lapangan, petenis asal Rusia tersebut langsung bangkit dan merebut set ini guna memperpanjang napas pertandingan.
"Saya jarang merasa kalah dalam permainan dari baseline melawan banyak pemain. Hari ini adalah salah satu hari ketika saya tidak ingin terlalu lama berada dalam reli sehingga saya mencoba variasi permainan," ujar Djokovic.
"Ada yang berhasil, ada yang tidak. Pada akhirnya akurasi dan presisi servis pertama menjadi kunci saya keluar dari tekanan," kata dia menambahkan.
Saat set keempat dimulai, Djokovic kembali menunjukkan permainan menyerang dan sanggup mendominasi laga untuk menyegel hasil kemenangan.
Di babak perempat final nanti, Djokovic bakal menantang pemenang dari laga antara unggulan ketiga Felix Auger-Aliassime melawan unggulan ke-22 Alejandro Davidovich Fokina.
Apabila sanggup memetik kemenangan lagi, petenis berusia 39 tahun tersebut punya kans besar bersua petenis peringkat satu dunia sekaligus juara bertahan Jannik Sinner di babak semifinal.
Sinner merupakan sosok yang menjegal langkah Djokovic pada fase semifinal Wimbledon tahun lalu.