Langkah Taksi Express Hadapi Pemutusan Perjanjian Kerja Sama GoTo

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:14:01 WIB
Ilustrasi Ojek Online.

JAKARTA - Raksasa ekosistem digital Grup GoTo melalui unit usahanya, PT Rekan Anak Bangsa, secara resmi memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja sama pengadaan jasa dengan pengelola Taksi Express, PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI).

Langkah pemutusan hubungan kemitraan strategis antar-kedua korporasi tersebut dilaporkan bakal mulai efektif berlaku terhitung sejak tanggal 2 Juli 2026.

Direktur Utama sekaligus Sekretaris Perusahaan Express Transindo Utama, Johannes B.E. Triatmojo memaparkan bahwasanya pihak perseroan telah menerima surat resmi dari PT Rekan Anak Bangsa mengenai pembatalan kelanjutan Perjanjian Pengadaan Jasa tersebut.

"Dalam surat tersebut disampaikan bahwa pengakhiran perjanjian akan berlaku efektif pada tanggal 2 Juli 2026," ujar Johannes dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Minggu (5/7/2026).

Johannes turut memberikan penegasan bahwa sejauh ini sama sekali tidak didapati adanya hubungan afiliasi yang terjalin antara PT Express Transindo Utama Tbk. (TAXI) dan PT Rekan Anak Bangsa.

Di samping itu, dirinya tidak menampik kabar bahwa berhentinya jalinan kerja sama niaga ini berpotensi memberikan pengaruh pada penurunan porsi omzet pendapatan finansial milik perseroan.

Kendati demikian, manajemen Taksi Express mengklaim telah menggodok beraneka taktik mitigasi risiko guna menekan imbas negatifnya terhadap kelancaran operasional internal.

"Dengan berakhirnya perjanjian, dapat memengaruhi penghasilan perseroan. Perseroan telah mengantisipasi dampak tersebut dengan mengoptimalkan penghasilan dari kontrak kerja lain yang ada, serta penambahan kendaraan operasional dari vendor yang lain," kata Johannes.

Sebagai informasi tambahan, entitas PT Rekan Anak Bangsa diidentifikasi selaku anak usaha di bawah payung Grup GoTo yang mengemban tugas mengawal roda aktivitas operasional pada ekosistem platform digital perusahaan.

Momentum pemutusan kontrak kerja sama ini otomatis menjadi ujian tersendiri bagi internal Express yang kini tengah gencar memacu tingkat utilitas armada taksi mereka.

Perusahaan transportasi ini juga sedang giat melebarkan sayap sumber pendapatan baru lewat pembukaan peluang kemitraan komersial dengan beraneka macam kolega bisnis potensial lainnya.

Bila mengacu pada rapor kinerja keuangan teranyar, emiten bersandi saham TAXI ini sejatinya telah memperlihatkan adanya tren pemulihan performa yang cukup apik sepanjang kuartal I/2026.

Komponen pendapatan bersih perusahaan terpantau sukses menyentuh angka nominal Rp2,26 miliar, atau melesat tinggi dari perolehan kuartal I/2025 yang kala itu tertahan di level Rp668,09 juta.

Sejalan dengan pertumbuhan itu, rapor rugi bersih perseroan juga berhasil ditekan menjadi Rp322,59 juta dari catatan defisit periode sama tahun sebelumnya yang menembus Rp1,93 miliar.

Terkini