Khasiat Minum Teh Hijau Setelah Makan Malam untuk Redam Kolesterol

Jumat, 03 Juli 2026 | 06:03:31 WIB
Ilustrasi Teh Hijau.

JAKARTA - Pakar nutrisi Serena Pratt, M.S., RDN mengungkapkan khasiat penting dari kebiasaan meminum teh hijau setelah santap malam bagi orang yang mengidap kolesterol tinggi.

“Teh hijau mengandung senyawa tumbuhan yang disebut katekin dan polifenol, yang bertindak sebagai antioksidan dan memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu melindungi jantung dan pembuluh darah,” kata Pratt dalam siaran Eating Well pada Selasa (30/6) waktu setempat.

Pratt memaparkan bahwa teh hijau mempunyai kandungan zat katekin dalam jumlah melimpah, termasuk di antaranya epigallocatechin gallate (EGCG).

Komponen aktif ini mampu menunjang proses metabolisme lipid dengan cara membatasi volume kolesterol yang diserap oleh tubuh sekaligus memproteksi kolesterol Low-Density Lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dari bahaya oksidasi, yakni sebuah proses memicu timbunan plak pada dinding pembuluh darah arteri.

Di samping itu, zat katekin juga memegang andil dalam mekanisme tubuh sewaktu menyerap serta membuang sisa-sisa kolesterol.

“Teh hijau tidak akan mendetoksifikasi kolesterol, tetapi katekinnya dapat mendukung metabolisme kolesterol dari waktu ke waktu sebagai salah satu bagian dari gaya hidup sehat jantung," ujarnya.

Sejumlah riset membuktikan bahwa senyawa katekin di dalam seduhan teh hijau mampu menyumbang stimulasi penstabilan kolesterol yang terukur. Rangkuman dari berbagai kajian menemukan fakta bahwa teh hijau berkhasiat memangkas kadar kolesterol total maupun LDL.

Akan tetapi, mayoritas pengujian medis mengenai kolesterol sejauh ini baru meneliti produk olahan teh hijau, seperti rupa ekstrak, yang mana mempunyai konsentrasi katekin jauh lebih padat ketimbang satu cangkir teh seduhan biasa.

Oleh karena itu, Pratt mengingatkan bahwa hanya meminum secangkir teh selepas makan malam rasanya belum cukup sanggup mengubah grafik angka kolesterol Anda secara instan.

Kendati begitu, jika dijadikan sebagai rutinitas harian, konsumsi teh hijau seduh secara konsisten tetap bisa menjadi opsi praktis demi menyuplai asupan katekin dalam program menjaga kesehatan jantung.

Ia mengimbuhkan bahwa opsi teh hijau dapat berperan menggantikan aneka jenis minuman manis seperti racikan kopi tinggi gula, koktail penutup, hingga minuman berbahan dasar krim, yang kerap menyumbang asupan gula, alkohol, maupun lemak jenuh setelah makan malam.

Produk teh hijau yang bebas kafein serta tanpa pemanis tambahan mampu menghindari efek buruk tersebut sembari tetap menyajikan kehangatan yang nyaman untuk dinikmati tubuh.

Pakar Gizi Amy Davis, RD, LDN menambahkan bahwa kehadiran teh hijau efektif menyingkirkan zat-zat berbahaya tersebut dan menggantinya dengan senyawa yang jauh lebih berfaedah untuk kebugaran fisik. Sajian ini juga menyuguhkan sebuah kebiasaan yang menyenangkan, ketimbang sekadar langsung berpuasa makan pasca santap malam.

Minuman herbal ini pada dasarnya murni terbebas dari kandungan gula buatan, namun varian teh kemasan, matcha latte manis, atau olahan teh kekinian di kedai kopi sering kali mengubahnya menjadi lumbung tumpukan gula tambahan.

Sembari mengutip pandangan American Heart Association, ia menyarankan agar membatasi konsumsi gula tambahan biar tidak melampaui 6 persen dari total kalori harian, atau berkisar 6 sendok teh saban hari untuk kaum wanita dan 9 sendok teh saban hari bagi kaum pria.

Davis mengemukakan bahwa teh hijau memang andal menopang kebiasaan yang ramah bagi penderita kolesterol, namun hal itu jangan sampai mendistraksi perhatian dari pola hidup inti yang sudah teruji kuat dalam memangkas kolesterol LDL.

Sebab, mengontrol kestabilan angka kolesterol bukan semata-mata diukur dari keputusan memilih jenis minuman pasca makan, melainkan kombinasi diet seimbang, olahraga teratur, dan pola tidur yang cukup merupakan poin yang mutlak. Terkadang, intervensi obat-obatan medis juga tetap diperlukan demi menekan kolesterol.

“Menurunkan kolesterol LDL adalah pendekatan multifaset yang tentu saja dapat mencakup kebiasaan sehat seperti minum teh hijau tanpa kafein setiap hari, tetapi menambahkan kebiasaan ini saja tidak akan membuat perbedaan besar,” tambah Davis.

Pola hidup multifaset yang dimaksud di antaranya ialah mengganti jenis makanan yang sarat lemak jenuh dengan menu makanan yang kaya lemak tak jenuh, serta memperbanyak konsumsi panganan kaya serat larut seperti gandum oat, barley, serta aneka buah dan sayur.

Terkini