Waspada 5 Tanda Hubungan Tidak Sehat yang Sering Diabaikan

Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30:01 WIB
Ilustrasi Pasangan Sedang Bertengkar.

JAKARTA – Setiap jalinan asmara sejatinya pasti akan menghadapi serangkaian tantangan hidup. Perbedaan pendapat, konflik berskala kecil, atau munculnya kesalahpahaman merupakan hal yang lumrah terjadi dalam hubungan romantis.

Namun, terdapat batas tegas antara hubungan yang sekadar menghadapi masalah dengan hubungan yang sudah tidak sehat. Dalam relasi yang tidak sehat, seseorang akan merasa kehilangan kebebasan.

Mereka juga akan terus-menerus merasa tertekan dalam keseharian, hingga mulai meragukan kemampuan dirinya sendiri. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental individu.

Psikolog klinis Dra. A. Kasandra Putranto mengungkapkan bahwa banyak orang sebenarnya dapat merasakan ketidaknyamanan saat berada dalam hubungan yang tidak sehat. Sayangnya, perasaan tersebut sering kali diabaikan.

"Tetapi, sering kali mengabaikannya karena takut kehilangan, dianggap berlebihan, atau berharap pasangan akan berubah," kata Kasandra, Rabu (25/6/2026).

Menurutnya, penting untuk mengenali tanda-tanda hubungan yang tidak sehat sejak dini. Langkah ini perlu diambil agar seseorang dapat melindungi diri dan mengambil keputusan yang tepat.

Tanda pertama adalah perasaan tidak nyaman yang berulang kali muncul saat bersama pasangan. Perasaan ini dapat berupa kecemasan, ketakutan, atau tekanan saat berinteraksi dengan pasangan.

Misalnya, Anda selalu khawatir pasangan akan marah jika pendapat Anda berbeda. Selain itu, Anda mungkin merasa harus ekstra berhati-hati dalam setiap perkataan dan tindakan agar tidak memicu konflik.

Kedua adalah kehilangan kebebasan untuk menjadi diri sendiri. Hubungan yang sehat seharusnya memberikan ruang bagi masing-masing individu untuk tetap menjadi dirinya sendiri secara utuh.

Sebaliknya, hubungan yang tidak sehat sering kali membuat seseorang merasa harus mengubah banyak hal demi menyenangkan pasangan. Anda mungkin merasa terpaksa mengubah gaya berpakaian, pergaulan, hingga keputusan pribadi.

Ketiga, pasangan berusaha mengontrol kehidupan Anda. Perilaku mengontrol adalah salah satu tanda yang paling umum ditemukan dalam dinamika hubungan yang tidak sehat.

Kontrol dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari mengatur pertemanan, memeriksa ponsel tanpa izin, hingga menuntut laporan keberadaan setiap saat. Ini membuat kemandirian Anda hilang.

Kasandra menjelaskan bahwa semakin seseorang memahami nilai, hak, dan batasan pribadinya, semakin mudah pula untuk menyadari ketika ada orang lain yang mulai melanggar batas tersebut.

Tanda keempat adalah Anda mulai menjauh dari keluarga dan teman dekat. Hubungan yang tidak sehat sering kali ditandai dengan upaya pasangan untuk mengisolasi diri Anda.

Pasangan mungkin melarang Anda bertemu teman, membuat Anda merasa bersalah saat bersama keluarga, atau berusaha menjadi satu-satunya sumber dukungan emosional bagi Anda.

"Orang terdekat sering kali dapat membantu memberikan perspektif yang lebih objektif ketika individu mulai meragukan penilaiannya sendiri akibat manipulasi atau tekanan dalam hubungan," kata Kasandra.

Kelima, Anda mulai meragukan diri sendiri dan terus menyalahkan diri. Korban hubungan tidak sehat sering merasa bingung dan memikul beban konflik sebagai kesalahannya sendiri.

Anda mungkin terus berpikiran bahwa diri sendiri tidak cukup baik untuk pasangan. Hal ini bisa merusak kepercayaan diri Anda secara perlahan dalam jangka waktu yang lama.

Kasandra mengingatkan bahwa keberanian untuk berkata tidak berawal dari kemampuan mengenali perasaan sendiri. Jangan pernah mengabaikan intuisi yang muncul berulang kali.

"Dalam The Gift of Fear, intuisi sering kali merupakan hasil dari otak yang secara tidak sadar menangkap berbagai tanda bahaya yang mungkin belum sepenuhnya kami sadari secara rasional," ujarnya.

Terkini