Menag Tetapkan 10 Muharam sebagai Lebaran Yatim

Kamis, 25 Juni 2026 | 19:04:32 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, dalam acara Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas” di kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar berencana menetapkan tanggal 10 Muharam sebagai momen perayaan Lebaran Anak Yatim. Langkah ini berfokus pada upaya membantu anak yatim piatu dan penyandang disabilitas agar terlepas dari beragam kesulitan hidup.

“Kami akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam itu, kami peringati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan,” ucap Menag Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikan pada acara Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Program Peaceful Muharam yang berlangsung mulai 1 Muharam sampai satu bulan ke depan.

Menag Nasaruddin memaparkan bahwa ide ini diharapkan bisa menjadi kebiasaan baru yang positif di Tanah Air. Tujuannya adalah menjadikan bulan Muharam sebagai momentum yang tepat untuk menunjukkan kepedulian sosial kepada warga yang membutuhkan.

Selama ini, masyarakat lebih akrab dengan ibadah puasa saat bulan Muharam. Meski demikian, semangat untuk saling berbagi dan mengasihi anak yatim juga harus ditingkatkan dalam rangka memperingati bulan suci ini.

“Kami kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kami Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel,” sebut Menag Nasaruddin Umar.

Menag menyebutkan bahwa peringatan 10 Muharam di Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda dibandingkan negara lain. Di Nusantara, perayaan lebih diarahkan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Harapannya, perayaan Lebaran Anak Yatim ini dapat terus tumbuh menjadi sebuah program berskala nasional. Hal tersebut diyakini mampu memperluas jangkauan bantuan bagi anak yatim serta keluarga pra-sejahtera.

“Kalau ini bisa menjadi event penting, maka seluruh anak-anak kami yang miskin dan yatim piatu akan semakin terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup,” tutur Menag Nasaruddin Umar.

Menag turut mengimbau masyarakat luas untuk menunjukkan rasa cinta terhadap agama melalui rasa peduli terhadap sesama. Secara khusus, kepedulian ini ditujukan bagi kalangan anak yatim dan juga kelompok disabilitas.

“Mari kami cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kami,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Menag menegaskan bahwa bulan Muharam sangat identik dengan kedamaian dan kasih sayang. Menurut tradisi Islam, Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan sehingga sangat pas untuk mempererat solidaritas sosial.

“Pada masa Nabi tidak boleh ada peperangan pada bulan Muharam, makanya disebut haram, ya kan? Hari berkasih sayang,” pungkas Menag Nasaruddin Umar.

Terkini