Kenali Tanda Benjolan di Ketiak yang Perlu Pemeriksaan Dokter

Rabu, 24 Juni 2026 | 22:55:02 WIB
Ilustrasi Benjolan Diketiak.

JAKARTA - Timbulnya benjolan pada area ketiak sering kali memicu rasa cemas bagi seseorang, terutama apabila benjolan itu muncul secara mendadak atau terasa nyeri saat ditekan.

Meskipun tidak selamanya menunjukkan indikasi medis yang serius, keberadaan benjolan tersebut tetap perlu mendapatkan perhatian agar penyebabnya dapat dipastikan secara akurat.

Area ketiak sendiri memiliki banyak kelenjar getah bening, folikel rambut, serta kelenjar keringat yang berpotensi menjadi sumber kemunculan dari benjolan tersebut.

Dalam berbagai kasus, benjolan ini sering kali hilang dengan sendirinya, namun terdapat situasi tertentu yang memang mengharuskan pasien melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Penyebab paling lazim dari benjolan ini adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang membesar saat tubuh sedang berupaya melawan infeksi virus, bakteri, atau peradangan.

Selain itu, benjolan bisa muncul akibat infeksi folikel rambut atau folikulitis, yang biasanya timbul pasca aktivitas mencukur bulu ketiak disertai sensasi nyeri atau kemerahan.

Faktor lainnya adalah kista yang terbentuk ketika cairan atau sel kulit mati terperangkap di bawah lapisan kulit, serta lipoma yang terbentuk dari jaringan lemak.

Walaupun sebagian besar benjolan tergolong jinak dan bisa hilang sendiri, terdapat tanda-tanda khusus yang mengharuskan Anda segera berkonsultasi ke pihak dokter.

Segera periksakan diri jika benjolan terus mengalami pembesaran, terasa keras, tidak bisa digerakkan, atau tidak kunjung hilang dalam kurun waktu beberapa minggu.

Waspadai pula jika muncul gejala penyerta seperti demam berkepanjangan, keringat malam berlebih, kelelahan luar biasa, hingga penurunan berat badan secara drastis.

Gejala-gejala tersebut dapat menjadi sinyal bahwa tubuh sedang mengalami gangguan kesehatan tertentu, termasuk penyakit autoimun atau masalah pada sistem limfatik.

Untuk mendiagnosis penyebabnya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik terkait ukuran dan tekstur benjolan, serta mengevaluasi riwayat kesehatan pasien secara mendalam.

Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti tes darah, USG, atau mammografi guna melihat kondisi jaringan di sekitar area ketiak tersebut.

Apabila penyebabnya masih belum bisa dipastikan melalui metode pencitraan, dokter mungkin akan menyarankan prosedur biopsi dengan mengambil sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium.

Penting bagi pasien untuk tidak mengabaikan perubahan fisik yang tidak wajar pada area ketiak, guna memastikan tindakan medis yang tepat dapat segera diberikan.

Terkini