Hubungan Indonesia dan China Diarahkan pada Sektor Strategis

Rabu, 24 Juni 2026 | 18:13:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto Dan Xi Jinping.

JAKARTA - Hubungan ekonomi yang lebih seimbang dengan China terus didorong oleh Pemerintah Indonesia melalui langkah penguatan perdagangan, investasi yang berkualitas, serta pertukaran keahlian pada berbagai sektor strategis yang krusial bagi masa depan.

Langkah ini dinilai sangat penting untuk memastikan arah pertumbuhan kedua belah negara dapat berjalan beriringan dengan memberikan dampak positif yang nyata dan signifikan secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa kemitraan bilateral tersebut harus diarahkan pada sektor-sektor yang membawa manfaat jangka panjang secara merata.

Saat menghadiri Forum Wadah Pemikir dan Media China-Indonesia 2026 pada Rabu, ia menegaskan bahwa prioritas kerja sama saat ini bertumpu pada hilirisasi mineral kritis serta pengembangan ekonomi hijau.

“Indonesia dan China dapat menambatkan masa depan bersih bersama melalui kendaraan listrik, ekosistem baterai, dan investasi energi berkelanjutan,” ucap Santo.

Ia menambahkan bahwa peluang kolaborasi dalam sektor hilirisasi dan ekonomi hijau wajib didasarkan pada rantai pasok yang bertanggung jawab serta kesepakatan standar lingkungan sosial bersama.

Tidak hanya fokus pada lingkungan, sektor ekonomi digital, inovasi, hingga kecerdasan artifisial atau AI turut menjadi ruang strategis baru yang memiliki potensi kolaborasi sangat besar bagi kedua negara.

Infrastruktur digital, sistem lokapasar, layanan pinjaman daring, hingga implementasi teknologi AI yang bertanggung jawab dipandang menjadi prioritas yang harus diperkuat ke depannya.

Sektor ketahanan pangan dan energi juga menjadi poin penting yang memerlukan perluasan kerja sama melalui riset bersama, pemanfaatan investasi teknologi, serta pembukaan pasar produk pertanian.

Di sisi industri, penguatan kualitas SDM, optimalisasi pendidikan vokasional, serta proses transfer teknologi terus digenjot demi mendongkrak kapasitas performa industri berskala nasional.

Pemerintah Indonesia pun berupaya menyeimbangkan neraca perdagangan melalui pembukaan akses pasar China yang lebih luas bagi komoditas pertanian, perikanan, serta produk-produk UMKM lokal.

Meskipun pintu investasi selalu terbuka, setiap modal yang masuk diharapkan mampu melahirkan transfer teknologi, peningkatan keahlian pekerja, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Ia menekankan kembali bahwa penguatan fondasi hubungan bilateral kedua negara ini wajib mengedepankan prinsip saling menghormati serta kepatuhan penuh terhadap hukum internasional.

“Kami yakin hubungan Indonesia-China yang mapan dan berwawasan ke depan dapat menjadi contoh baik dalam kerja sama Selatan-Selatan dan berkontribusi dalam menciptakan tatanan global yang lebih seimbang, inklusif, dan adil,” kata Santo.

Terkini