Gubernur Banten Kerja Sama dengan Kementerian P2MI Perkuat SDM

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:13:32 WIB
Gubernur Banten, Andra Soni, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, di Jakarta.

JAKARTA - Gubernur Banten Andra Soni menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin demi memperkokoh proteksi dan kompetensi para pekerja migran yang berasal dari wilayah Banten.

Proses penandatanganan yang bergulir di Gedung Kementerian P2MI pada Kamis (18/6) tersebut menjadi langkah strategis demi mewujudkan ekosistem pekerja migran yang saling terhubung. Di samping Pemerintah Provinsi Banten, Kementerian P2MI turut mengikat kerja sama dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk serta Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta).

Andra Soni lewat pernyataan resminya di Serang, Jumat, menyebutkan jika kemitraan ini menjadi pijakan krusial untuk membuka lapangan pekerjaan yang kian lapang, sekaligus memastikan para calon pekerja migran memperoleh pembekalan yang cukup sebelum bertolak ke luar negeri.

"MoU ini merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka kesempatan bagi warga kami untuk berkembang serta berkarya di luar negeri dengan tetap mendapatkan pelindungan dari Pemerintah Republik Indonesia," katanya.

Menurut anggapannya, Banten mempunyai potensi yang besar sebagai wilayah asal pekerja migran, oleh karena itu program gagasan otoritas pusat ini wajib disokong secara sungguh-sungguh oleh pemerintah daerah. Pihaknya mengaku sangat bersemangat dan siap mengimplementasikan agenda ini dengan maksimal.

Pada kesempatan berbeda, Menteri P2MI Mukhtarudin menguraikan jika kolaborasi yang menyertakan pihak pemerintah pusat, daerah, akademisi, serta sektor industri itu ialah bukti konkret keterpaduan perlindungan pekerja migran mulai dari lini hulu sampai hilir.

Skema program yang disiapkan meliputi pembekalan, peningkatan kualitas kemampuan, hingga proses penyaluran tenaga kerja secara profesional ke berbagai negara tujuan.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo, kita memperkuat pelindungan sekaligus peningkatan kapasitas pekerja migran untuk memasuki pasar kerja global, khususnya sebagai tenaga kerja terampil atau skilled worker di sektor formal,” katanya menjelaskan.

Sokongan penuh juga diutarakan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Untirta Lamhot Sinaga, yang memastikan kesiapan dari segenap civitas akademika serta jaringan alumni Untirta untuk menyumbangkan sarana edukasi mereka dalam menggembleng kemahiran para calon pekerja.

"Esensi program ini adalah membangun ekosistem pekerja migran yang utuh. Kami siap berkontribusi agar pekerja migran Indonesia berangkat dengan kompetensi yang baik dan perlindungan yang kuat,” ujar Lamhot.

Dari sektor industri, Direktur Utama PT Krakatau Steel Akbar Djohan menyatakan komitmennya untuk menyediakan sarana pelatihan kecakapan teknis. Lewat dukungan fasilitas itu, ia berharap tenaga kerja migran Indonesia bisa pergi dengan rasa percaya diri yang tinggi serta sanggup bertarung secara profesional pada level dunia.

Terkini