Sebanyak 348.071 Warga Bengkulu Terima Manfaat Program MBG Kemenkeu

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:15:32 WIB
Ilustrasi Makanan Bergizi Gratis.

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) mendata ada sebanyak 348.071 warga di wilayah Provinsi Bengkulu yang sudah merasakan kegunaan dari program makan bergizi gratis (MBG).

"Hingga Juni 2026 realisasi program MBG mencapai Rp247,36 miliar dengan 348.071 penerima manfaat," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Jumat.

Mohamad Irfan Surya Wardhana menuturkan, capaian realisasi program yang menyentuh angka 348.071 penerima manfaat ini menjadi sebuah tindakan nyata dalam mencukupi kebutuhan gizi sekaligus mendongkrak mutu sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Bengkulu.

Dirinya mengemukakan bahwa saat ini jangkauan program MBG terus dijalankan secara lebih luas demi menyokong kecukupan nutrisi masyarakat serta mendongkrak kualitas sumber daya manusia setempat.

Ia memaparkan, sejalan dengan langkah perluasan program itu, pihak pemerintah terus memperkokoh sisi tata kelola, lini pemantauan, serta kepatuhan standar keamanan pangan agar faedah dari keuangan negara bisa dinikmati warga dengan maksimal, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Irfan menyampaikan bahwa penerapan program MBG di wilayah Provinsi Bengkulu memperlihatkan tren yang sangat maju, lantaran sampai awal Juni 2026 skema bantuan ini sudah diaplikasikan secara menyeluruh pada 10 kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

Pada sudut pandang lain, mengacu kepada data milik Kepala Regional Satuan Pelayanan Pendidikan Gizi Provinsi Bengkulu, kini ada 139 SPPG yang telah berjalan penuh demi melayani keperluan nutrisi anak sekolah, menyedot 5.704 tenaga kerja, serta menggandeng 804 penyuplai bahan baku makanan.

"Untuk mengoptimalkan dampak ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap SPPG dapat terintegrasi dengan sistem rantai pasok daerah melalui dorongan kemitraan langsung antara dapur gizi dengan para petani, peternak, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal," ujar Irfan.

Terkini