ASDP Tangani Kepadatan Kendaraan di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

Sabtu, 04 April 2026 | 12:24:13 WIB
ASDP Tangani Kepadatan Kendaraan di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

JAKARTA - Peningkatan arus kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur)–Gilimanuk (Bali) menjadi perhatian serius PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). 

Terutama kendaraan logistik dan truk besar, yang memicu antrean panjang di pintu pelabuhan.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara terintegrasi dan kolaboratif lintas sektor. 

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal,” ujarnya.

ASDP menekankan pentingnya pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur, sehingga dermaga dibagi sesuai jenis kendaraan. 

Dermaga 1, 2, dan 3 fokus untuk kendaraan penumpang, roda dua, roda empat, dan bus, sementara dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik. Skema ini dirancang untuk mengurangi mixing conflict, mempercepat bongkar muat, dan membuat proses lebih homogen.

Optimalisasi Operasional Dermaga dan Armada

General Manager PT ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan, optimalisasi operasional juga mencakup penguatan ritme layanan kapal serta kesiapan fasilitas pendukung. 

“Seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah. Fokus kami adalah mempercepat waktu penyelesaian bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang,” jelas Arief.

Peningkatan kapasitas tidak hanya terjadi pada dermaga, tetapi juga di area buffer zone. Di Pusri, tersedia tempat bagi sekitar 150 truk sumbu tiga, sedangkan buffer zone Bulusan mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran. 

Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di kawasan pelabuhan, sehingga arus kendaraan tetap lancar.

Data Pergerakan Kendaraan dan Penumpang

Selama momen libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus, PT ASDP mencatat pergerakan 26.122 penumpang dan 125.950 unit kendaraan di dua lintasan utama, yakni Merak–Bakauheni dan Ketapang–Gilimanuk. Lonjakan ini menjadi tantangan operasional tersendiri, terutama untuk kendaraan logistik yang mendominasi arus masuk.

Meski antrean kendaraan dari arah utara (Situbondo–Banyuwangi) sempat mencapai 7 km, arus dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh rata-rata 20 hingga 35 menit. 

Data ini menunjukkan bahwa sistem pengaturan operasional dan buffer zone yang diterapkan ASDP mampu menahan kepadatan agar tidak mengganggu keseluruhan arus kendaraan di pelabuhan.

Pengaturan Berdasarkan Jenis Kendaraan

Strategi pembagian dermaga berdasarkan jenis kendaraan terbukti efektif dalam mengurangi konflik antar kendaraan yang berbeda karakteristik. Kendaraan penumpang memiliki jalur dan dermaga sendiri, sehingga keamanan dan kenyamanan tetap terjaga, sementara truk logistik dipusatkan di dermaga dan LCM khusus.

Windy Andale menambahkan bahwa pengaturan ini bertujuan untuk mempercepat proses bongkar muat kapal, yang selama periode sibuk biasanya menjadi faktor utama penyebab antrean panjang. Dengan pola yang lebih terarah, setiap kapal dapat mengangkut kendaraan secara efisien dan meminimalkan waktu tunggu di dermaga.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Pemerintah Daerah

Keberhasilan pengaturan arus kendaraan di Ketapang–Gilimanuk juga didukung kolaborasi lintas sektor, termasuk pihak kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah. Penanganan terpadu ini memungkinkan koordinasi yang lebih baik dalam pengaturan antrean dan penempatan kendaraan logistik, sehingga kapasitas dermaga dapat dimanfaatkan secara optimal.

ASDP secara rutin memonitor kondisi arus kendaraan, memastikan kendaraan tidak menumpuk di area pelabuhan, dan melakukan penyesuaian layanan jika terjadi lonjakan mendadak. Sistem informasi digital dan pengaturan ritme keberangkatan kapal menjadi salah satu kunci pengendalian arus.

Kesiapan Armada dan Fasilitas Pendukung

Selain optimalisasi dermaga, kesiapan armada menjadi aspek penting. Seluruh kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk telah diperiksa dan siap melayani dengan kapasitas penuh. Fasilitas pendukung seperti lampu dermaga, jalur masuk dan keluar, serta keamanan pelabuhan diperkuat selama periode puncak.

Arief Eko menekankan, “Kami memastikan seluruh fasilitas pendukung berjalan maksimal agar proses bongkar muat kapal lebih cepat dan kendaraan dapat segera menempuh jalur berikutnya.” Hal ini sangat penting terutama untuk kendaraan logistik yang harus menjaga jadwal distribusi barang tetap tepat waktu.

Pengalaman Pengguna Jasa

Pengguna jasa ASDP menyampaikan apresiasi atas pengaturan arus kendaraan yang lebih tertata. Banyak pengemudi truk logistik mengaku proses bongkar muat lebih cepat dan waktu tunggu lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu sopir truk menyatakan, “Kendaraan kami langsung diarahkan ke buffer zone, sehingga tidak menumpuk di dermaga. Proses cepat dan teratur membuat perjalanan lebih nyaman.” Testimoni ini menegaskan efektivitas strategi operasional ASDP dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan.

Tantangan dan Langkah Perbaikan Selanjutnya

Meski pengaturan arus dan buffer zone efektif, ASDP tetap menghadapi tantangan, terutama saat volume kendaraan logistik sangat tinggi dan arus kendaraan penumpang meningkat secara bersamaan. Perusahaan berencana meningkatkan kapasitas armada LCM dan menambah jam operasional dermaga jika diperlukan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi untuk memantau volume kendaraan secara real-time akan diperluas, sehingga setiap penyesuaian operasional bisa dilakukan lebih cepat. Tujuannya, memastikan semua kendaraan dapat menyeberang dengan aman, lancar, dan tepat waktu.

Peningkatan arus kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk menunjukkan kompleksitas pengelolaan transportasi penyeberangan di masa libur panjang. 

Melalui langkah strategis seperti pengaturan dermaga, buffer zone, optimalisasi armada, serta kolaborasi lintas sektor, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berhasil menjaga kelancaran arus kendaraan, baik kendaraan logistik maupun penumpang.

Pengalaman selama libur dan cuti bersama Hari Kenaikan Yesus Kristus menjadi pelajaran penting bagi ASDP untuk terus mengembangkan strategi layanan, memperkuat fasilitas pendukung, dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Dengan sistem yang lebih terstruktur, diharapkan arus kendaraan tetap terkendali, mengurangi antrean, dan memberikan pengalaman layanan yang nyaman bagi seluruh pengguna jasa.

Terkini