Pengendalian Harga Daging Ayam Ras Menjelang Idul Fitri Terkendali

Selasa, 10 Maret 2026 | 13:46:42 WIB
Pengendalian Harga Daging Ayam Ras Menjelang Idul Fitri Terkendali

JAKARTA - Pemerintah memastikan pengendalian stok dan harga daging ayam ras tetap terjaga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. 

Upaya ini dilakukan melalui penguatan pasokan, pemantauan distribusi, serta koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyoroti peran pihak perantara dalam rantai pasok daging ayam ras yang berpotensi memicu fluktuasi harga. Tito meminta adanya pemetaan wilayah sekaligus identifikasi penyebab kenaikan harga agar intervensi lebih tepat sasaran.

"(Soal) daging ayam ras, Bapanas harus berpikir, di daerah mana saja yang terjadi kenaikan (harga) daging ayam ras, apa penyebabnya," ujar Tito.

Menurut Tito, kenaikan harga tidak terjadi di tingkat peternak, tetapi muncul pada tahap distribusi oleh middleman yang membeli dari peternak lalu menjual kembali ke pasar dengan harga lebih tinggi. 

Meski begitu, tren perbaikan mulai terlihat dengan jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) menurun secara bertahap.

Tren Perbaikan Harga Daging Ayam Ras

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan harga daging ayam ras mulai mengalami koreksi. Hingga pekan pertama Maret, jumlah daerah dengan kenaikan IPH tercatat 176 kabupaten/kota, lebih rendah dibanding pekan ketiga dan keempat Februari yang masing-masing mencapai 198 dan 209 kabupaten/kota.

Sementara itu, daerah yang mengalami penurunan IPH meningkat menjadi 96 kabupaten/kota, membaik dibandingkan dua pekan sebelumnya yang tercatat sebanyak 88 dan 84 kabupaten/kota. Pencapaian ini menjadi indikasi pengendalian harga yang mulai efektif, meski pemerintah tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga menjelang perayaan Idul Fitri.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi praktik middleman yang menyebabkan anomali harga.

"Daging ayam itu aku beresin. Memang sedikit saja naiknya, cuma tidak ada toleransi. (Pihak) yang menaikkan ternyata middleman. Itu tidak benar. Produsennya sudah tidak naikkan. Ini harus ditindak karena sudah ada harga acuan, tidak boleh ada yang melanggar," tegas Amran.

Ketersediaan Pasokan Daging Ayam Ras Aman

Dari sisi pasokan, ketersediaan daging ayam ras nasional dipastikan aman. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan per 5 Maret, hingga akhir Maret stok diperkirakan surplus 591,3 ribu ton, berasal dari stok awal bulan sebesar 478,5 ribu ton ditambah produksi 475,7 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi selama Maret diperkirakan mencapai 362,9 ribu ton.

Pemerintah bergerak cepat merespons dinamika harga daging ayam ras yang sempat menjadi penyumbang inflasi cukup signifikan terhadap inflasi umum maupun inflasi pangan bergejolak (volatile food) pada Februari 2026.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menambahkan pihaknya mendapat arahan agar seluruh pelaku usaha pangan mematuhi ketentuan harga dari hulu hingga hilir rantai pasok.

"Intinya di hulu tidak boleh nakal. Kemudian di tengah tidak boleh nakal," ujar Ketut. 

Ia berharap seluruh kepala daerah menugaskan kepala dinas terkait untuk turun ke lapangan memantau harga dan distribusi agar stabilitas komoditas strategis ini terjaga.

Intervensi Pasar melalui Program Gerakan Pangan Murah

Pemerintah melakukan intervensi pasar melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Masyarakat dapat memperoleh daging ayam beku berkualitas premium sesuai harga acuan penjualan (HAP) Rp40.000 per kilogram.

Program GPM daging ayam beku saat ini tersedia di lebih dari 1.200 outlet yang tersebar di 17 provinsi dan berlangsung hingga sehari sebelum Idul Fitri. Program ini merupakan kolaborasi Bapanas dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia, dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Masyarakat dapat mengetahui lokasi GPM melalui tautan bit.ly/gpmdagingayam2026, sehingga diharapkan dapat membeli daging ayam dengan harga wajar sekaligus mengurangi tekanan pada pasar tradisional.

Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, menjamin ketersediaan, dan melindungi daya beli masyarakat menjelang momen konsumsi tinggi seperti Idul Fitri.

Koordinasi Lintas Sektor untuk Stabilitas Pangan

Kementerian terkait, Bapanas, dan pemerintah daerah secara aktif berkoordinasi untuk memastikan rantai pasok daging ayam ras berjalan lancar. Fokus pengawasan berada pada distribusi dan penjualan, sehingga fluktuasi harga akibat praktik perantara dapat diminimalkan.

Pendekatan ini mencakup pemetaan wilayah rawan kenaikan harga, monitoring pasokan, hingga penguatan peran peternak lokal dan produsen. 

Dengan koordinasi lintas sektor, pemerintah optimistis dapat menjaga kestabilan harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh daging ayam dengan kualitas dan harga yang sesuai standar.

Terkini