Purbaya Klaim Daya Beli Masyarakat RI Kini Tertinggi, Bukti Pemulihan Ekonomi Nyata di 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 10:44:02 WIB
Purbaya Klaim Daya Beli Masyarakat RI Kini Tertinggi, Bukti Pemulihan Ekonomi Nyata di 2026

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan sejumlah bukti bahwa kondisi ekonomi Indonesia telah menunjukkan perbaikan signifikan setelah sempat diragukan karena pelemahan indikator ekonomi utama di pertengahan tahun lalu. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks penilaian terhadap tren ekonomi nasional yang disebutnya telah berbalik.

Kebijakan dan Strategi Pemulihan Ekonomi

Purbaya menjelaskan bahwa pada awal masa jabatannya, sejumlah pihak sempat pesimis bahwa pemerintah bisa menghadapi tantangan melemahnya daya beli masyarakat. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang sempat turun tajam pada Agustus 2025, mencerminkan kecemasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi serta menurunnya konsumsi dan permintaan barang dan jasa.

Dalam upaya membalikkan tren itu, pemerintah mengambil berbagai langkah strategis untuk mendorong sisi permintaan. Di antaranya dengan mempercepat realisasi belanja negara, pemberian stimulus fiskal kepada pelaku usaha dan masyarakat, serta menjaga likuiditas perbankan agar kredit ke industri dan pelaku usaha tetap mengalir. “Saya gerakkan demand, supply, optimisme semua ke masyarakat,” ujar Purbaya, merujuk pada pendekatan menyeluruh yang dijalankan pemerintah.

Langkah-langkah ini menurutnya telah mulai menunjukkan hasil positif. Belanja pemerintah berjalan lebih cepat, stimulus fiskal berdampak pada peningkatan konsumsi domestik, dan likuiditas sektor perbankan terjaga dengan baik. Purbaya juga menyatakan bahwa dirinya sengaja membangun ekspektasi positif di ruang publik sebagai bagian dari strategi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap arah perekonomian.

Indeks Kepercayaan Konsumen Tembus Level Tertinggi

Salah satu indikator utama yang disoroti Purbaya adalah Indeks Kepercayaan Konsumen. Ia menyebut bahwa pada Januari 2026, IKK yang dihitung oleh Bank Indonesia mencapai level 127, yang diklaim sebagai level tertinggi dalam beberapa periode terakhir. Menurut Purbaya, angka tersebut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat telah membaik secara signifikan. “IKK dari BI itu 127, level tertinggi. Jadi daya beli masyarakat sudah membaik,” ujarnya.

Peningkatan IKK ini mencerminkan optimisme konsumen terhadap kemampuan ekonomi mereka untuk memenuhi kebutuhan, sekaligus menandakan adanya pergeseran dari tren negatif sebelumnya. Indeks ini juga menunjukkan bahwa penjualan kendaraan—baik mobil maupun motor—telah mencatat pertumbuhan positif setelah sebelumnya tertekan. Selain itu, konsumsi bahan bakar minyak dan penjualan listrik untuk sektor industri juga menunjukkan peningkatan, yang dapat menjadi sinyal kuat perbaikan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Perbaikan Sisi Permintaan dan Produksi

Perbaikan tidak hanya terlihat pada sisi permintaan. Purbaya menilai bahwa sisi produksi juga mengalami kebangkitan, yang tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) yang kembali berada di zona ekspansi. Hal ini berarti aktivitas manufaktur mengalami pertumbuhan, yang biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan domestik dan pemulihan ekonomi secara luas.

Menurut Purbaya, indikator-indikator ini, jika dianalisis bersama, menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia bergerak ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut tidak hanya sesaat tetapi mencerminkan fondasi ekonomi yang diperkuat melalui kebijakan fiskal yang tepat, dukungan terhadap likuiditas, serta stimulus fiskal yang merangsang konsumsi masyarakat.

Tanggapan Pelaku Usaha dan Publik

Sejumlah pelaku usaha turut mencatat perubahan positif dalam tren konsumsi dan produksi. Penjualan produk seperti kendaraan bermotor menunjukkan tren meningkat setelah beberapa bulan sebelumnya mengalami kontraksi. Sementara itu, sektor industri melaporkan bahwa konsumsi bahan bakar dan listrik yang meningkat menjadi tanda bahwa aktivitas ekonomi mulai pulih. Data ini sejalan dengan pernyataan Purbaya bahwa fundamental ekonomi mulai menunjukkan pergerakan yang lebih positif.

Purbaya pun mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk tidak merasa khawatir dengan prospek ekonomi ke depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus menerapkan kebijakan yang tepat guna menjaga momentum pemulihan ini sambil tetap memelihara stabilitas sosial dan politik. Upaya bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat tren positif yang telah terbentuk sejak akhir tahun lalu hingga awal 2026.

Prospek ke Depan dan Tantangan

Meskipun berbagai indikator menunjukkan perbaikan, Purbaya menyadari bahwa tantangan masih ada di depan mata. Perbaikan daya beli dan optimisme konsumen harus didukung oleh kebijakan fiskal dan moneter yang konsisten serta sinergi antara sektor pemerintah dan swasta. Pemerintah juga perlu terus memantau dinamika global dan domestik agar pemulihan ekonomi dapat berjalan berkesinambungan.

Purbaya menekankan bahwa momentum pemulihan yang telah terlihat harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya kembali ke jalur positif tetapi juga mampu memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum.

Dengan berbagai indikator yang menunjukkan arah positif, pemerintah optimis bahwa tren perbaikan akan terus berlanjut, dan bahwa upaya yang telah ditempuh akan membuahkan hasil dalam jangka panjang.

Terkini