MPMX Pasang Target Pertumbuhan Pendapatan 5-7 Persen Sepanjang 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:41:19 WIB
MPMX Pasang Target Pertumbuhan Pendapatan 5-7 Persen Sepanjang 2026

JAKARTA - Memasuki 2026, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memilih langkah terukur dalam menavigasi tantangan industri otomotif dan mobilitas. 

Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan yang moderat, namun tetap realistis, yakni naik sekitar 5%–7% dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Pendekatan ini mencerminkan kehati-hatian manajemen dalam membaca kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang masih berfluktuasi.

Dari sisi profitabilitas, MPMX berupaya menjaga konsistensi kinerja dengan mempertahankan Net Profit After Tax (NPAT) di kisaran historis 3%–4% dari total pendapatan. Strategi ini menegaskan fokus perusahaan pada keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin keuangan.

General Manager Corporate Communications & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, menyampaikan optimisme bahwa seluruh portofolio bisnis perseroan memiliki ruang untuk tumbuh pada tahun ini. 

Ia menilai, meski tantangan pasar masih membayangi, industri otomotif tetap menyimpan peluang, khususnya pada segmen-segmen yang dekat dengan kebutuhan mobilitas masyarakat sehari-hari.

Stabilitas Sepeda Motor dan Daya Tahan Permintaan

Natalia menyoroti bahwa pertumbuhan masing-masing segmen bisnis MPMX akan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi makro dan daya beli masyarakat. Dalam konteks tersebut, manajemen meyakini pasar sepeda motor masih akan relatif stabil pada 2026.

Sepeda motor dinilai tetap menjadi moda transportasi utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan kendaraan yang efisien, terjangkau, dan fleksibel untuk aktivitas harian menjadi penopang utama permintaan di segmen ini.

“Hal ini konsisten dengan tren penjualan sepeda motor di tahun-tahun terakhir yang relatif masih lebih stabil dibandingkan roda empat. Memasuki 2026, tentunya MPMX harus maju dengan optimisme dan mengharapkan kondisi kinerja yang lebih sehat,” kata Natalia.

Keyakinan tersebut menjadi salah satu dasar MPMX dalam menyusun strategi pertumbuhan tahun ini, terutama dalam menjaga volume penjualan dan efisiensi operasional di lini bisnis terkait sepeda motor.

Momentum Positif Mobil Bekas dan Bisnis Rental

Selain sepeda motor, MPMX juga optimistis melihat momentum positif di segmen bisnis mobil bekas. Sepanjang 2025, segmen ini mencatat pertumbuhan yang solid, meskipun pasar mobil baru cenderung melandai. Fenomena tersebut mencerminkan pergeseran preferensi konsumen ke kendaraan yang lebih terjangkau dan likuid.

Manajemen MPMX memproyeksikan tren ini masih akan berlanjut, seiring meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam mengambil keputusan pembelian bernilai besar. Mobil bekas pun menjadi alternatif yang rasional, terutama bagi konsumen yang mengutamakan efisiensi biaya.

“MPMX, melalui kanal seperti AUKSI, telah mencatat pertumbuhan penjualan mobil bekas yang menunjang ketahanan lini bisnis ini meski margin mengalami tekanan,” terang Natalia.

Sementara itu, di segmen persewaan kendaraan, MPMX akan terus memperkuat layanan rental melalui entitas MPMRent. Fokus utama diarahkan pada efisiensi operasional dan penguatan posisi pasar, khususnya dengan memperkokoh kehadiran di wilayah existing yang telah memiliki basis pelanggan kuat.

Evaluasi Kinerja 2025 dan Strategi Pemulihan

Natalia belum membeberkan secara rinci realisasi kinerja keuangan MPMX sepanjang 2025. Namun, berdasarkan data hingga kuartal III-2025, pendapatan MPMX tercatat menyusut 3,12% secara tahunan dari Rp11,84 triliun menjadi Rp11,47 triliun.

Pada periode yang sama, laba bersih MPMX juga mengalami penurunan sebesar 7,73% (yoy) dari Rp440,82 miliar menjadi Rp406,72 miliar. Menurut Natalia, perlambatan tersebut disebabkan oleh kombinasi tekanan ekonomi makro, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya biaya di beberapa segmen usaha.

Menghadapi kondisi tersebut, MPMX menetapkan sejumlah inisiatif strategis pada 2026. Fokus utama diarahkan pada upaya menjaga cost leadership, memastikan keunggulan operasional dan operasi berkelanjutan di seluruh entitas anak dan asosiasi, serta mempercepat inovasi dan transformasi digital.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat sinergi grup dan tetap mencermati peluang diversifikasi, termasuk potensi merger dan akuisisi (M&A) yang memiliki kesesuaian strategis dengan ekosistem otomotif MPMX.

Capex, Digitalisasi, dan Peluang M&A

Untuk mendukung strategi bisnis tersebut, MPMX menyiapkan belanja modal (capex) sekitar Rp110 miliar–Rp115 miliar pada 2026. 

Dana ini akan dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan strategis, antara lain Project IT master plan, penguatan supply chain management di MPMulia, serta pembelian tanah dan bangunan guna mendukung ekspansi MPMMotor.

Secara terpisah, MPMX juga menyiapkan capex tambahan sekitar Rp700 miliar untuk peremajaan armada kendaraan di bisnis rental. Investasi ini ditujukan untuk menjaga kualitas layanan dan daya saing MPMRent di tengah persaingan yang semakin ketat.

Sebagai perbandingan, anggaran capex MPMX pada tahun lalu sebesar Rp96 miliar, dengan realisasi hingga akhir 2025 mencapai Rp61,4 miliar atau sekitar 64% dari anggaran. 

Capex tersebut digunakan untuk akuisisi aset berupa bangunan, kendaraan, peralatan kantor, sarana dan prasarana, penambahan aset dalam konstruksi, serta aset tak berwujud.

“Terkait rencana diversifikasi, kami senantiasa menjajaki peluang strategis untuk memperkuat ekosistem otomotif end-to-end dengan mencari bisnis yang memiliki potensi sinergi dengan kemampuan dan kapabilitas yang ada. Ini termasuk mengevaluasi peluang M&A di seluruh ekosistem otomotif yang lebih luas untuk menjangkau kerja sama strategis,” tutup Natalia.

Terkini