Thomas Djiwandono Dilantik Sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk Masa Bakti 2026–2031

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:19:25 WIB
Thomas Djiwandono Dilantik Sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk Masa Bakti 2026–2031

JAKARTA - Thomas Djiwandono resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 oleh Mahkamah Agung (MA) dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Gedung MA, Jakarta, Senin (9/2/2026). Prosesi pengucapan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Sunarto, dan menandai resmi dimulainya peran Thomas di jajaran pimpinan Bank Indonesia.

Pelantikan dan Sumpah Jabatan

Pengangkatan Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam kesempatan itu, Thomas mengucapkan sumpah jabatan dan berjanji untuk menjalankan tugas serta kewajibannya sebagai Deputi Gubernur BI dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Dalam pernyataannya, Thomas menegaskan komitmennya untuk bertindak profesional serta setia pada negara dan konstitusi. Ia menegaskan bahwa dalam menjalankan peran barunya, dia tidak akan memberikan atau menerima janji atau pemberian dari pihak manapun yang dapat memengaruhi pelaksanaan tugasnya sebagai pejabat Bank Indonesia.

Sebelum prosesi pelantikan, Thomas telah melalui proses fit and proper test di Dewan Perwakilan Rakyat pada akhir Januari 2026, di mana ia terpilih sebagai kandidat Deputi Gubernur BI setelah melewati uji kompetensi dan mendapatkan persetujuan dari DPR RI.

Latar Belakang Thomas Djiwandono

Thomas A.M. Djiwandono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia. Ia juga merupakan figur yang dikenal publik karena latar belakangnya di pemerintahan dan hubungan keluarga dengan Presiden RI. Selain itu, ia memiliki pengalaman di sektor fiskal yang diyakini dapat membantu memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter.

Dalam uji kelayakan di DPR RI, Thomas berhasil mengungguli kandidat lain yang juga ikut bersaing, sehingga DPR RI resmi menetapkannya sebagai salah satu pimpinan BI. Pemilihan ini menunjukkan dukungan parlemen terhadap kapasitas Thomas dalam menjalankan tugas di bank sentral, meski terdapat perbedaan pandangan dari beberapa pihak terkait latar belakangnya.

Respon Pejabat Pemerintah dan Harapan Sinergi Kebijakan

Pasca pelantikan, sejumlah pejabat tinggi pemerintah menyampaikan apresiasi dan harapannya atas pengangkatan Thomas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap bahwa dengan kehadiran Thomas di Bank Indonesia, sinergi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter akan semakin kuat. Purbaya menyatakan bahwa koordinasi akan lebih mudah dijalankan, meskipun tegas bahwa hal tersebut tetap harus dijalankan dalam kerangka yang menjunjung tinggi independensi BI.

Ucapan selamat juga datang dari Wakil Menteri Keuangan lainnya, termasuk Suahasil Nazara dan Juda Agung. Mereka berharap kolaborasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia tetap solid serta berjalan lancar, mengingat peran Thomas yang dulu juga berkecimpung di Kemenkeu.

Harapan kuat terhadap sinergi kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, termasuk dalam menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi serta dinamika global yang terus berubah.

Tanggapan Publik dan Tantangan Ke Depan

Meskipun pelantikan Thomas mendapat dukungan dari sejumlah pejabat pemerintah, tidak semua respons datang tanpa kritik. Beberapa pihak publik sempat menyoroti latar belakang Thomas yang memiliki pengalaman moneter yang terbatas dibandingkan dengan posisi strategis di bank sentral. Meski demikian, Thomas menyatakan keterbukaan dan kesiapan untuk belajar serta bekerja sama dengan anggota Dewan Gubernur lain dalam menjalankan tugasnya.

Isu independensi Bank Indonesia juga sempat menjadi perbincangan di latar belakang proses penunjukan dan pelantikan Thomas. Beberapa analis menilai penting untuk memastikan bahwa kebijakan moneter tetap dijalankan tanpa tekanan politik agar kredibilitas dan efektivitas bank sentral tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi domestik dan global.

Visi dan Strategi Ke Depan

Dalam kerangka tugas barunya, Thomas diperkirakan akan fokus pada beberapa aspek utama seperti penguatan koordinasi kebijakan antara fiskal dan moneter untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta peningkatan daya tahan sistem keuangan nasional. Sinergi ini diharapkan menjadi pilar penting dalam kebijakan ekonomi Indonesia ke depan, terutama di tengah tantangan global seperti fluktuasi pasar dan ketidakpastian ekonomi internasional.

Sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas akan bekerja bersama Gubernur BI dan anggota Dewan Gubernur lainnya untuk menentukan arah kebijakan moneter, instrumentasi stabilitas keuangan, serta langkah-langkah strategis yang diperlukan demi menghadapi peluang dan tantangan ekonomi di masa bakti 2026–2031.

Dengan berbagai dinamika yang menyertai pelantikan ini — baik dari sisi dukungan pemerintah, harapan sinergi kebijakan, hingga respons publik — langkah Thomas Djiwandono ke depan akan menjadi salah satu sorotan penting dalam lanskap kebijakan ekonomi Indonesia.

Terkini