DPRD Jabar Berfokus pada Realisasi Program Listrik Desa untuk 100 Ribu Rumah Tangga

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:35:03 WIB

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) kini semakin intensif mengawal realisasi Program Listrik Desa, yang dirancang untuk menjangkau lebih dari 100 ribu rumah tangga kurang mampu di seluruh Jawa Barat. Program ini bukan sekadar soal menyalakan lampu–tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat desa melalui akses energi yang layak dan berkelanjutan.

DPRD Jabar Percepat Pengawasan Program Listrik Desa
Komisi IV DPRD Jabar mengambil langkah aktif dengan melakukan pengawasan langsung di lapangan. Menurut Ketua Komisi IV, Rizaldy Danar Priambodo, realisasi program ini masih menghadapi tantangan besar dan membutuhkan dukungan fiskal yang kuat agar bisa berjalan secara bertahap dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar target angka, pemantauan ini memastikan bantuan listrik yang diberikan dapat tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan.

Rizaldy menggarisbawahi bahwa masih ada kebutuhan signifikan yang harus dipenuhi dalam Program Listrik Desa untuk mencapai target total lebih dari 100 ribu sambungan listrik di Jawa Barat. Dia berharap agar implementasi program ini bisa berjalan bertahap namun konsisten, hingga seluruh masyarakat yang kurang mampu mendapatkan manfaatnya.

Pengawasan Lapangan di Cimahi: Belajar dari Realita Desa
Salah satu langkah nyata Komisi IV adalah kunjungan ke lokasi pelaksanaan program di Kota Cimahi pada Senin (2/2). Di Kelurahan Cibabat, Rizaldy melihat langsung kondisi pelaksanaan bantuan listrik yang baru berjalan sekitar satu hingga dua bulan terakhir dan melibatkan tujuh penerima manfaat. Kehadiran langsung pejabat legislatif ini bertujuan untuk memastikan bantuan sambungan listrik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dilakukan secara transparan dan akurat–menghindari kemungkinan salah sasaran atau proses yang terhambat.

Penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur mereka atas bantuan listrik yang telah membantu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga. Akses energi menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup–mulai dari pendidikan anak, rutinitas harian, hingga produktivitas ekonomi keluarga desa.

Listrik sebagai Pilar Dasar Kesejahteraan
Rizaldy juga menekankan bahwa akses energi adalah pemenuhan kebutuhan dasar yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rumah tangga di desa. Energi listrik yang dapat diandalkan membantu keluarga desa dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk penerangan, peralatan rumah tangga, serta mendukung kegiatan ekonomi.

Walaupun implementasi program di beberapa daerah seperti Cimahi telah berjalan sesuai rencana, Rizaldy mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat realisasinya. Ia melihat bahwa program ini bukan hanya soal angka–melainkan sebuah stimulus penting yang dapat mendongkrak kesejahteraan masyarakat desa secara lebih luas.

Komitmen untuk Pemerataan Akses Energi
Program Listrik Desa yang dibina DPRD Jabar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas rasio elektrifikasi di provinsi. Dengan meningkatkan akses listrik hingga pelosok desa, diharapkan tercipta pemerataan layanan energi yang setara bagi semua lapisan masyarakat, khususnya rumah tangga kurang mampu yang sebelumnya minim fasilitas listrik.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tantangan seperti kesenjangan pelayanan, keterbatasan anggaran, dan hambatan teknis masih perlu diatasi secara kolektif antara legislatif dan eksekutif. DPRD Jabar melalui Komisi IV berkomitmen untuk terus memantau dan mendorong percepatan pelaksanaan sehingga target 100 ribu rumah tangga yang terang dapat benar-benar terealisasi sesuai harapan.

Dengan demikian, Program Listrik Desa dipandang bukan sekadar program infrastruktur, tetapi sebagai langkah strategis dalam mendorong kualitas hidup, pemberdayaan masyarakat, dan pemerataan pembangunan di seluruh Jawa Barat.

Terkini