UNIVERSITAS

Universitas Terbuka Kuatkan Peran Paten untuk Hadirkan Riset Dosen ke Industri

Universitas Terbuka Kuatkan Peran Paten untuk Hadirkan Riset Dosen ke Industri
Universitas Terbuka Kuatkan Peran Paten untuk Hadirkan Riset Dosen ke Industri

JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) semakin menekankan pentingnya menghadirkan hasil riset dosen ke ranah industri melalui jalur paten, tidak sekadar berhenti pada publikasi akademik. Perguruan tinggi pendidikan tinggi jarak jauh terbesar di Indonesia ini mendorong sivitas akademik untuk berpikir lebih jauh tentang nilai ekonomi dan dampak sosial dari karya risetnya. Dorongan itu tercermin melalui capaian paten dan upaya hilirisasi yang dilakukan UT sepanjang 2025 dan awal 2026.

Percepatan Hilirisasi Melalui Paten

Sejak tahun 2025, Universitas Terbuka telah memproses sebanyak 42 permohonan paten yang diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM RI. Dari angka itu, 22 telah memperoleh sertifikat paten, sementara sisanya masih melalui berbagai tahapan evaluasi. Hal ini menjadi bukti nyata strategi UT untuk memastikan riset dosen tidak hanya menghasilkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga terlindungi secara hukum sehingga memungkinkan masuk ke proses hilirisasi dan komersialisasi.

Pendekatan ini merupakan perubahan paradigma di lingkungan kampus; riset tidak lagi dilihat semata sebagai kewajiban akademik melainkan sebagai aset yang bisa memberikan kontribusi nyata bagi industri dan masyarakat. Menurut pimpinan UT, pendekatan paten menjadi instrumen penting untuk menghubungkan penemuan akademik dengan peluang pasar dan industri.

Dorongan dari Acara Sertifikat dan Sosialisasi

Acara penyerahan sertifikat paten dan sosialisasi pengajuan paten yang diselenggarakan di ruang Rasamala, Wisma 2 Universitas Terbuka pada 28 Januari 2026 menjadi momentum penting dalam upaya ini. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang formalitas administratif, tetapi juga menjadi forum edukasi bagi dosen tentang mekanisme dan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual. Melalui serangkaian sesi, dosen didorong memahami proses pendaftaran, urgensi hak paten, dan peluang bisnis yang dapat dibuka dari setiap karya ilmiah yang dihasilkan.

Paten sendiri memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan karena memberikan hak eksklusif atas sebuah temuan sehingga pemiliknya dapat mengeksploitasi secara komersial atau menjalin kerja sama dengan pihak industri. UT melihat potensi besar dari model hubungan ini sebagai jembatan antara dunia akademik dan dunia industri.

Langkah-Langkah Mendukung Dosen Berinovasi

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, UT juga menggelar berbagai program pendukung seperti workshop, pelatihan, dan penyuluhan yang membekali dosen dengan pengetahuan teknis dan strategi komersialisasi. Fokusnya adalah mengubah cara pandang sivitas akademik terhadap riset: dari sekadar pengumpulan data dan publikasi ke jurnal, menjadi inovasi yang memberikan solusi nyata atas persoalan dunia nyata. Kegiatan seperti ini mendapat sambutan positif dari jajaran peneliti dan akademisi di lingkungan perguruan tinggi karena dinilai mampu membuka wawasan baru tentang pentingnya aspek kewirausahaan dalam riset.

Selain itu, kolaborasi lintas disiplin juga menjadi salah satu “resep” yang dipakai UT untuk mendorong temuan riset agar lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri. Kolaborasi ini dapat menghadirkan kombinasi kompetensi akademik dan kebutuhan praktis pasar sehingga hasil riset memiliki nilai tambah yang tinggi.

Respon Dosen dan Ekosistem Akademik

Para dosen pun menyambut baik upaya ini karena memberi peluang baru dalam kehidupan akademik mereka. Dengan adanya paten, riset yang mereka hasilkan memiliki perlindungan hukum dan dapat ditawarkan kepada pihak industri yang membutuhkan inovasi tertentu, membuka peluang kerja sama penelitian lebih luas serta potensi pendapatan melalui lisensi atau hak komersialisasi lainnya.

Rektor Universitas Terbuka menekankan bahwa komitmen ini menjadi bagian dari upaya besar institusi untuk memperkuat ekosistem riset yang lebih inovatif dan berdampak. Perguruan tinggi ini ingin terus menjadi motor perubahan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bukan hanya sebagai lembaga pendidikan tetapi juga sebagai pusat inovasi yang relevan dengan tantangan zaman.

Menjadi Jembatan antara Akademik dan Industri

Melalui kebijakan strategis ini, UT berupaya memperkaya peran universitas dalam sistem inovasi nasional. Transformasi dari riset akademik ke inovasi bernilai komersial adalah langkah penting yang diambil UT untuk mendukung pembangunan nasional berbasis pengetahuan. Ini juga sejalan dengan dorongan pemerintah dan stakeholder pendidikan tinggi untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap ekonomi dan pengembangan teknologi.

Dengan langkah-langkah yang terus diperkuat, UT berharap dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam mengoptimalkan potensi riset dosen untuk kepentingan industri dan masyarakat luas, membuka paradigma baru bahwa hasil riset akademik adalah aset strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis inovasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index